Minggu, 1 Maret 2026 – 17:20 WIB
Jakarta, VIVA – Makanan Jepang udah lama punya tempat spesial di hati masyarakat Indonesia. Rasanya yang ringan, tampilannya menarik, dan pilihan menunya yang beragam bikin kuliner Jepang gampang diterima banyak orang. Mulai dari sushi, ramen, sampai bento, semuanya punya penggemarnya sendiri.
Saat bulan Ramadan, makanan Jepang juga bisa jadi pilihan menarik untuk menu buka puasa. Salah satu yang patut dicoba adalah tempura. Gorengan khas Jepang ini dibuat dari seafood atau sayuran yang dilapisi adonan tipis, terus digoreng sampe renyah.
Teksturnya tidak terlalu berat, jadi nyaman dimakan setelah seharian puasa. Ditambah dengan saus khusus atau nasi hangat, tempura bisa jadi menu buka puasa yang beda dari biasa, tapi tetap enak dan menggugah selera.
Ngomongin tempura, salah satu rekomendasi restoran untuk buka puasa di bulan Ramadan ini bisa coba Tenya Tempura Tendon. Restoran tendon tempura terbaik di Jepang ini baru aja buka gerai ketiganya di Central Park Mall, Jakarta Barat.
“Kami ingin memperkenalkan tendon tempura nomor satu di Jepang ke masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta,” ujar Director of PT Prima Makmur Kuliner, Robin Makmur, waktu ditemuin di lokasi, Minggu 1 Maret 2026.
Soal menu makanan, Robin ngungkapin kalo restoran ini punya cita rasa yang mirip banget kayak di negara asalnya.
“Kalau ngomongin tepung sama saus, 95 persen mirip banget. Kita tau konsumen Jepang dan orang-orang yang pernah coba Tenya di Jepang mengharapkan rasa yang sangat mirip atau bahkan sama persis dengan yang mereka rasain di Jepang,” tambahnya.
Untuk masalah kehalalannya, Robin pastiin kalo semua produk yang dipakai itu halal.
“Semua sumber barangnya itu produk halal dan tentu saja no pork, no lard, semuanya. Kita udah pastiin banget, kerja sama dengan Tenya Jepang dan riset R&D-nya cukup lama buat memastikan semua barang ini no pork, no lard dan halal,” jelas dia.
Proses buat dapetin sertifikasi halal dari MUI juga masih berjalan.
“Sertifikasi halal masih dalam proses, tapi kita pastiin barang-barangnya untuk konsumen di Indonesia itu harus (halal),” kata Robin.