TEL AVIV – Para menteri Israel sangat mengkritik terpilihnya Zohran Mamdani sebagai walikota Muslim pertama di New York City. Kandidat dari Partai Demokrat ini menang pada hari Selasa, menjadikannya orang Muslim dan Asia Selatan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Sebelumnya, Mamdani berjanji akan memerintahkan polisi New York untuk menangkap Netanyahu jika ia datang ke kota itu. Ini terkait surat perintah dari Mahkamah Pidana Internasional untuk kejahatan perang di Gaza.
Mamdani menang dengan lebih dari 50% suara dalam kontes tiga arah. Dia didukung oleh banyak kalangan, termasuk warga Yahudi yang menolak kebijakan Netanyahu, terutama selama perang di Gaza.
Israel telah membunuh hampir 69.000 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya sejak Oktober 2023. Serangan ini baru berhenti berdasarkan gencatan senjata tanggal 10 Oktober.
4 Tanggapan Zionis Atas Kemenangan Mamdani, Salah Satunya Minta Warga Yahudi Pindah ke Israel
1. Mengundang Warga Yahudi di New York untuk Pindah ke Israel
Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, berkata melalui media sosial X bahwa kota yang dulunya simbol kebebasan telah menyerahkan kuncinya pada "pendukung Hamas."
Chikli menyebut kemenangan Mamdani sebagai "titik balik" bagi New York, yang telah menjadi benteng komunitas Yahudi terbesar di luar Israel. Dia mengundang warga Yahudi di New York untuk pindah ke Israel.
2. Menyebut Mamdani sebagai Pendukung Hamas
Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, menyebut pemilihan Mamdani sebagai "kemenangan antisemitisme." Dia menyebut walikota baru ini sebagai "pendukung Hamas, pembenci Israel, dan antisemit sejati."
3. Memperkuat Hubungan dengan Komunitas Yahudi di New York
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga mengutuk Mamdani. Dia berjanji akan bekerja lebih keras untuk memperkuat hubungan dengan komunitas Yahudi di New York.