Ratu Maxima Temui Perajin Batik Solo Bahas Inklusi Keuangan

Ratu Maxima dari Belanda bertemu dengan seorang pembuat batik di Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/3). Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, dia bertindak sebagai Advokat Khusus Sekjen PBB untuk Kesehatan Finansial.

Maxima berbincang dengan Eny Zaqiyah tentang kondisi keuangannya dan pengalamannya selama tiga tahun memakai layanan Amartha, sebuah perusahaan fintech lokal. Mereka juga mendiskusikan pertumbuhan bisnis dan trend penjualan musiman.

Zaqiyah mengatakan bisnisnya terus berkembang sejak gabung dengan Amartha, didukung dengan seringnya dapat undangan untuk pameran di berbagai daerah. Dia mencatat bahwa produknya sekarang sampai ke pelanggan internasional.

“Usaha saya sudah sangat berkembang. Kami sering ikut pameran dan terima pelatihan pemasaran,” ujarnya.

Wakil Presiden Humas Amartha, Harumi Supit, menjelaskan perusahaan yang berdiri tahun 2010 ini memberikan layanan keuangan kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai bagian dari inisiatif pemberdayaan perempuan.

“Kami mulai dengan program pemberdayaan bisnis dan pinjaman mikro mulai dari Rp5 juta,” katanya, sambil menambahkan bahwa Amartha mendukung banyak usaha kecil dan menengah di Kampung Batik Laweyan.

Dalam kunjungannya, Ratu Maxima juga mencoba langsung membuat batik.

“Terima kasih sudah mengajari saya cara menjadi pembuat batik, tapi kayaknya saya tidak akan pernah jadi yang ahli,” candanya kepada Zaqiyah.

Berita terkait: Presiden Prabowo disambut Pasangan Kerajaan Belanda di Den Haag
Berita terkait: Program Kartu Prakerja dukung inklusi finansial: Maxima

*) Diterjemahkan oleh: Teguh Imam Wibowo/Aris Wasita, Cindy Frishanti Oct
Editor: Anton Santomo
Hak Cipta © ANTARA 2025

MEMBACA  Eksekutif keuangan UMB menjual lebih dari $95.000 saham perusahaan