Kamis, 19 Februari 2026 – 04:31 WIB
Washington, VIVA – Buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” dalam versi bahasa Inggris yang berjudul “Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program” resmi hadir di Amerika Serikat pada Selasa, 18 Februari 2026.
Buku tersebut diserahkan oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI, di Washington D.C. Ini merupakan bagian dari diplomasi budaya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mempromosikan budaya, kepedulian sosial, serta peningkatan kualitas SDM Indonesia di kancah internasional.
Buku ini disusun bersama oleh Dirgayuza Setiawan dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Dalam kunjungannya ke AS, Dirgayuza menyerahkan buku itu langsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Penyerahan diterima oleh Dubes RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Kehadiran “Rasa Bhayangkara Nusantara” di Washington D.C. melengkapi serangkaian diplomasi budaya Indonesia yang sebelumnya sudah mendapat perhatian media nasional dan internasional.
Pada Januari 2026, Dirgayuza telah menyerahkan buku yang disusunnya bersama Wakapolri tersebut kepada Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya, di London tanggal 21 Januari. Tak lama kemudian, buku ini diperkenalkan di forum global World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 22 Januari, sebagai bagian dari showcase diplomasi Indonesia.
Beberapa media melihat kehadiran buku ini di Davos sebagai pendekatan diplomasi Indonesia yang segar, yang menggabungkan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang mudah diterima komunitas global.
Dirgayuza Setiawan menegaskan bahwa buku ini kini telah berkembang menjadi instrumen diplomasi negara. “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sekarang sudah menjadi bagian dari diplomasi kultural Indonesia, mengenalkan kearifan budaya kita dalam program paling monumental Pemerintahan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan kebanggaannya karena buku yang disusunnya bersama Dirgayuza bisa menjangkau berbagai belahan dunia. “Alhamdulillah, di tengah kesibukan lawatan Presiden, buku kami dapat hadir di tempat-tempat strategis. Setelah di London dan WEF Davos, kini versi bahasa Inggrisnya bisa diakses di Washington D.C. Semoga buku ini bisa menjadi media diplomasi yang memperkenalkan gastronomi Nusantara dan program Asta Cita Presiden kepada dunia,” kata Dedi.