Rapat Pleno PBNU Menetapkan Muktamar ke-35 NU Digelar Usai Idul Adha

Jumat, 30 Januari 2026 – 01:18 WIB

Jakarta, VIVA – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengatakan Rapat Pleno PBNU telah menyepakati jadwal pelaksanaan agenda-agenda strategis NU. Agenda itu mulai dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar Ke-35 NU pada tahun 2026.

Baca Juga:

NU Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden: Posisi Ini Sudah Sangat Ideal!

Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU akan diselenggarakan pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026. Sementara itu, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

“Kita mempersiapkan dengan sebaik-baiknya Munas dan Konbes NU 2026 di bulan Syawal 1447 Hijriah, atau April 2026. Adapun Muktamar Ke-35 NU kita targetkan di bulan Juli atau Agustus 2026,” kata KH Miftachul Akhyar dalam Rapat Pleno di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga:

Said Aqil Siradj Dinilai Paling Penuhi Kriteria Rais Aam PBNU

Penetapan jadwal tersebut merupakan hasil pertimbangan organisatoris dan kesinambungan hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung. Muktamar sebelumnya telah memajukan periode Muktamar satu tahun lebih awal.

“Keputusan-keputusan ini diambil demi menjaga marwah organisasi, memperkuat tata kelola PBNU, serta memastikan kesinambungan kepemimpinan dan program Nahdlatul Ulama berjalan tertib dan konstitusional,” ungkapnya.

Baca Juga:

PBNU: Kejaksaan Agung Rampas Harta Hasil Korupsi Supaya Koruptor Jera

Diketahui, PBNU menyepakati percepatan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai solusi bersama meredam konflik internal yang ada di organisasi PBNU.

Kesepakatan itu dicapai setelah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sepakat islah. Kesepakatan ini dicapai usai keduanya menggelar pertemuan yang diprakarsai para masyayikh dan mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis, 25 Desember 2025.

MEMBACA  Strategi Menabung Efektif untuk Lulusan Baru: Hindari FOMO!

Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pucuk pimpinan PBNU dalam satu forum. Pertemuan itu juga menandai berakhirnya ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” kata Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya, Kamis, 25 Desember 2025.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahim di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.

Sebagai tindak lanjut PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Permohonan Maaf Diterima, Gus Yahya Kembali Jadi Ketua Umum PBNU

Rais Aam KH Miftachul Akhyar menyatakan PBNU telah menerima permohonan maaf dari KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Posisinya sebagai ketua umum PBNU dipulihkan.

VIVA.co.id

30 Januari 2026

Tinggalkan komentar