Purbaya Beberkan 10 Perusahaan Kelapa Sawit Manipulasi 50% Ekspor

loading…

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Kamis (8/1/2026). FOTO/Anggie Ariesta

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan temuan tentang praktik kecurangan sistematis di sektor ekspor-impor yang bisa menyebabkan kebocoran besar bagi pendapatan negara. Temuan ini disampaikan dalam taklimat awal tahun bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang dan menyoroti kelemahan pengawasan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan juga di sektor perpajakan.

Purbaya menegaskan, salah satu praktik yang jadi perhatian utama adalah manipulasi nilai ekspor atau under-invoicing yang dilakukan secara masif oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor kelapa sawit. Praktik ini dinilai sangat merugikan negara karena nilai ekspor yang dilaporkan jauh lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya.

"Kita mendeteksi ada beberapa perusahaan sawit yang melakukan under-invoicing ekspor separuh dari nilai ekspornya. Saya baru dapat 10 perusahaan besar, itu sekitar 50 persen kira-kira kalau dirata-rata, total ekspor mereka yang diakui nggak sampai separuhnya," jelas Purbaya setelah konferensi pers APBN KiTA, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Purbaya: Saya Buat Defisit 0% Bisa, tapi Ekonomi Morat-marit

Terlepas dari sektor sawit, Menteri Keuangan juga menyoroti maraknya industri liar di sektor baja dan bahan bangunan yang dikelola oleh pihak asing. Perusahaan-perusahaan itu disebut beroperasi tanpa mematuhi ketentuan pajak, menggunakan banyak tenaga kerja asing, serta melakukan transaksi pakai uang tunai untuk ngindari kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

MEMBACA  Alibaba Memimpin Kesepakatan Rekor untuk Membuat Perusahaan AI China senilai $2.5 Miliar

Tinggalkan komentar