Puluhan Santri Masih Hilang, Menko PMK: Tak Ada Tanda Kehidupan di Reruntuhan Ponpes Sidoarjo

Kamis, 2 Oktober 2025 – 14:39 WIB

Sidoarjo – Proses evakuasi korban musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, masuk ke tahap yang sangat penting. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan kabar sedih bahwa sudah tidak terdeteksi lagi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

Menurut Pratikno, informasi ini sudah disampaikan ke keluarga para santri. Tim SAR gabungan sudah melakukan penilaian tiga kali sejak Rabu malam. Dari hasil pemeriksaan itu, tidak ada lagi indikasi ada pergerakan atau suara dari dalam puing-puing.

"Keluarga sudah menyetujui untuk penggunaan alat berat," ujarnya.

Meski begitu, penggunaan alat berat akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Harapannya, masih ada kemungkinan korban ditemukan dalam keadaan selamat.

"Mari kita doakan semoga para korban masih bisa ditemukan selamat, dan keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini," kata Pratikno lagi.

BNPB: 91 Santri Masih Hilang

Sementara itu, data dari BNPB menunjukkan masih banyak korban yang diduga tertimbun. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut berdasarkan data absen, ada 91 orang yang belum ditemukan.

Tim SAR sebelumnya pernah mendeteksi ada enam santri yang masih hidup di satu bagian reruntuhan. Melalui celah sempit, petugas sudah memberikan mereka makanan dan minuman.

Sebanyak 332 personel gabungan dikerahkan untuk operasi penyelamatan ini. Alat berat sudah disiapkan, tapi penggunaanya sempat ditunda karena khawatir getarannya bisa membuat reruntuhan semakin parah.

Saat ini, total 100 santri sudah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 26 orang masih dirawat di rumah sakit, 70 sudah dipulangkan, satu dirujuk ke RS di Mojokerto, dan tiga santri meninggal dunia.

MEMBACA  Iran Klaim Hancurkan Lab Weizmann yang Bekerja untuk Mossad, Ini 4 Alasannya Alasan-Alasannya: Target Intelijen Strategis – Lab Weizmann diduga menjadi pusat riset rahasia untuk Mossad. Ancaman Keamanan Nasional – Aktivitas lab dianggap membahayakan stabilitas regional Iran. Balas Dendam – Sebagai respons terhadap serangan siber dan sabotase sebelumnya. Peringatan kepada Israel – Sinyal kekuatan dan kesiapan Iran menghadapi ancaman eksternal. (Ditulis dengan gaya jelas dan informatif, tanpa komentar tambahan.)

Kejadian ini berlangsung pada Senin, 29 September 2025, saat sekitar 140 santri sedang salat Ashar. Bangunan baru ponpes tersebut tiba-tiba runtuh dan menimbun puluhan santri di dalamnya.