Selasa, 21 April 2026 – 02:40 WIB
VIVA – Sepak bola dunia pada Senin, 20 April 2026, dipenuhi ketegangan baik di level domestik maupun internasional. Dari Inggris, legenda Manchester United Nemanja Vidic meluapkan kemarahannya atas insiden berdarah yang dialami Leny Yoro, sementara Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan Manchester City dalam perburuan gelar.
Dari Calon Juara ke Tertekan! Arsenal Tergelincir, City Siap Menyalip Tanpa Ampun
Di dalam negeri, perhatian tertuju pada kecaman keras Dewa United terhadap aksi “tendangan kungfu” di level junior, evaluasi Timnas Indonesia U-17 setelah gagal di Piala AFF, dan kewaspadaan Persib Bandung dalam mempertahankan puncak klasemen.
Berikut rangkuman artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Bola sepanjang Senin, 20 April 2026:
Panas! Tendangan Kungfu Elite Pro Academy U-20 Dibawa ke Ranah Hukum
5. Vidic Ngamuk! Insiden Berdarah Leny Yoro Picu Kritik Keras: Sepak Bola Sekarang Terlalu Lembek
Legenda Manchester United, Nemanja Vidic
Profil Fadly Alberto, Bintang Muda Timnas Indonesia yang Lakukan Tendangan Kungfu di EPA U-20
Kritik pedas datang dari legenda Manchester United, Nemanja Vidic, setelah insiden kontroversial yang dialami bek muda Leny Yoro dalam pertandingan panas melawan Leeds United.
Laga Roses Derby itu meninggalkan cerita panas, bukan hanya soal hasil, tapi juga keputusan wasit yang dipertanyakan. Vidic, yang dikenal sebagai bek tangguh di masanya, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat standar kepemimpinan pertandingan saat ini.
Insiden dimulai dari duel udara antara Yoro dan Dominic Calvert-Lewin. Dalam momen itu, Calvert-Lewin terlihat menyikut wajah Yoro sampai berdarah. Tapi, bukannya memberikan kartu merah, wasit malah membiarkan permainan lanjut. Situasi itu bahkan berujung gol untuk Leeds.
Keputusan itu langsung menimbulkan reaksi keras, termasuk dari Vidic.
“Sepak bola sekarang sudah menjadi lembek. Di zaman saya, tarikan atau kontak fisik di kotak penalti adalah hal biasa. Tapi kalau seorang pemain menyikut muka lawan sampai berdarah dan wasit membiarkannya, itu bukan lagi fisik, itu ketidakadilan,” kata Vidic seperti dikutip dari The Athletic.
4. Dewa United Minta Pelaku Kekerasan Tendangan ‘Kungfu’ Dihukum Tegas Sampai Pidana
Dewa United Minta Pelaku Kekerasan Tendangan Kungfu Dihukum Tegas Hingga Pidana
Insiden kekerasan kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Kali ini terjadi dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu 19 April 2026.
Manajemen Dewa United Banten FC langsung bereaksi keras. Mereka mengutuk aksi brutal yang viral di media sosial dan mendesak sanksi tegas tanpa kompromi. Presiden klub, Ardian Satya Negara, menekankan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir kekerasan, apalagi di level usia muda yang seharusnya jadi tempat pembinaan pemain.