Puasa: Rahasia Tersembunyi Antara Kita dan Allah SWT

Puasa, Ibadah Rahasia yang Dirahasiakan

Puasa adalah ibadah rahasia yang hanya diketahui oleh orang yang menjalankannya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustaz Dr. Miftah el-Banjary, seorang pakar linguistik Arab, menjelaskan sebuah riwayat. Diceritakan bahwa Nabi Musa Alaihissalam pernah bermunajat kepada Allah. Beliau bertanya, "Ya Rabb, adakah hamba yang Kau muliakan seperti aku, yang bisa berdialog langsung dengan-Mu?"

Allah SWT menjawab, "Wahai Musa, Aku memiliki hamba di akhir zaman yang Aku muliakan dengan bulan Ramadan. Ketahuilah, jarak antara Aku dan kamu masih terhalang 70.000 hijab. Saat mereka mengeringkan bibir, mengosongkan perut, hingga wajah mereka pucat karena puasa, maka Aku lebih dekat dengan mereka daripada denganmu, wahai Musa. Saat mereka berbuka, tidak ada ganjaran untuk mereka kecuali pertemuan dengan-Ku nanti."

Bagi orang beriman, tidak ada kesenangan yang melebihi harapan untuk bertemu Sang Pencipta. Kesenangan itu dicapai melalui pelaksanaan puasa.

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang berpuasa punya dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu Rabbnya."

Orang-orang salaf dahulu terbiasa puasa, tidak hanya di Ramadan, tetapi juga mengerjakan puasa sunnah. Dengan puasa, mereka membersihkan hati dari syahwat dunia dan mengosongkan perut dari nikmat makan-minum. Saat jiwa bersih, mereka lebih mudah menerima sinyal ketuhanan. Hati yang bersih itu memungkinkan mereka berdialog dengan Allah, sehingga doa mereka cepat diijabah.

Berdasarkan riwayat Ka’ab bin al-Ahbar, Allah berfirman kepada Nabi Musa, "Sungguh, Aku telah menetapkan untuk tidak menolak doa orang yang berpuasa di Ramadan. Wahai Musa, di bulan itu Aku ilhamkan kepada langit, bumi, gunung, burung, dan reptil untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa."

Puasa adalah ibadah rahasia. Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah berfirman: "Puasa itu rahasia antara Aku dan hamba-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya."

MEMBACA  RI menyambut baik panggilan PBB untuk mengakhiri pendudukan ilegal Israel di Palestina.

Orang-orang saleh dulu sering merahasiakan puasa sunnah mereka. Mereka membasahi bibir yang kering agar tak ada yang menduga mereka sedang berpuasa.

Oleh karena itu, karena puasa adalah rahasia dengan Allah, maka hendaknya dirahasiakan. Jangan diperlihatkan untuk tujuan pamer atau hanya karena malu pada manusia.

Ibadah puasa memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah dan malaikat. Derajat ketakwaan seseorang bisa dilihat dari kemampuannya menahan hawa nafsu melalui latihan puasa. Hawa nafsu yang terkendali itulah yang dapat mengangkat derajat manusia melebihi malaikat.

Tinggalkan komentar