PSSI Gandeng KNVB, Talenta Muda Digembleng Metode Sepak Bola Belanda

Sabtu, 30 Mei 2026 – 23:55 WIB

VIVA – Upaya untuk ningkatin kualitas sepak bola Indonesia terus dilakuin dari berbagai daerah, termasuk Papua yang selama ini dikenal sebagain salah satu gudang talenta terbaik di tanah air. Kali ini, PSSI bareng PT Freeport Indonesia ngajak Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) buat ngasih pelatihan ke pelatih dan juga pembinaan teknik bermain buat anak-anak Papua.

Program pelatihan ini berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5 Timika, dari tanggal 28 sampe 30 Mei 2026. Kegiatan ini ngelibatin pelatih dari Papua Football Academy (PFA), Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana, dan juga Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Kolaborasi sama KNVB ini jadi langkah stategis buat memperkaya metode pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Para peserta dapet materi kepelatihan sampe praktik lapangan yang ngadopsi kurikulum sepak bola Belanda, yang mana sistem pembinaan itu terkenal sukses ngelahirin banyak pemain kelas dunia.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, ngaku terkesan banget sama antusiasme para peserta selama ngikutin pelatihan.

“Sangat luarbiasa banyak ilmu baru yang di dapet oleh para pelatih, PFA atau pun dari YPJ dan SATP,” kata Ratu Tisha di Timika, Sabtu 30 Mei 2026 dikutip dari Antara.

Menurut dia, peserta dari bermacam latar belakang pembinaan bisa beradaptasi dengan baik terhadap materi yang dikasih. Meskipun punya fokus yang beda-beda, mulai dari seke bola prestasi sampe sepak bola rekreasi, semua peserta bisa ngikutin kurikulum KNVB dengan optimal.

“Kurikulumnya ngutamain area partisipasi sepak bola mulai dari bawa, materinya lebih taktis, lebih gampang dimengerti dan waktu praktek anak-anak udah biasa dan bisa ngikutin dengan baik,” ujarnya.

MEMBACA  Piala Presiden Indonesia: Mempersatukan Bangsa Lewat Sepak Bola

Ratu Tisha juga ngapresiasi khusus buat para pemain muda Papua Football Academy yang dinilai bisa nunjukin kualitas permainan yang menjanjikan selama latihan berlangsung. Dia bilang, kemampuan adaptasi pemain muda Papua itu tinggi, bahkan pas mereka harus latian dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Padalkemaringaraidi pelatihan itu mereka main di tengah hujan tetepi mereka bisa menyesuikan dengan pola dan gaya latihan baru yang diterapin pelatih dari luar negeri,” kata Ratu.

Tinggalkan komentar