Proyek RDMP Balikpapan Dongkrak Swasembada Energi Nasional: Menteri

Balikpapan, Kalimantan Timur (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan, pengoperasian Balikpapan Refinery Development Master Plan (RDMP) merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

“Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan gas elpiji, sekaligus memproduksi produk yang lebih ramah lingkungan dan memenuhi standar Euro V,” ujar Lahadalia di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin.

Dia mencatat, pemerintah telah membuka skema kerja sama antara BUMN migas PT Pertamina dengan mitra dari swasta untuk proyek-proyek revitalisasi kilang dalam program Refinery Development Master Plan.

“Kami akan mengejar kerja sama dengan pihak swasta yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Menurut Lahadalia, kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi Pertamina dan mitra swastanya.

Kilang minyak yang dioperasikan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai di Riau memiliki kapasitas total 170 ribu barel per hari. Kilang itu menghasilkan produk seperti solar, avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, smooth fluid, LPG, dan green coke.

“Selain di sini (Kilang Balikpapan), kami juga akan mengembangkan penyimpanan dan perluasan kapasitas lainnya, serta proyek RDMP lain, seperti di Dumai,” jelasnya.

Pada hari Senin, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur.

Proyek RDMP Balikpapan membutuhkan investasi sekitar US$7,4 miliar atau setara Rp124,79 triliun.

Melalui pengembangan RDMP Balikpapan, kapasitas produksi bahan bakar naik dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, yang memenuhi standar Euro V.

Selain itu, proyek ini juga meningkatkan indeks kompleksitas kilang dari 3,7 menjadi 8, serta menaikkan hasil produk bernilai tinggi menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.

MEMBACA  Gempa Sumedang: 248 rumah rusak, 456 orang mengungsi

Pengembangan Kilang Balikpapan dinilai sebagai langkah penting menuju tercapainya kemandirian energi, selaras dengan agenda pembangunan Astacita pemerintahan Prabowo-Gibran.

Berita terkait:

Tinggalkan komentar