loading…
Jerman nyatakan proyek jet tempur bersama Prancis, FCAS, gagal gegara perseteruan sengit perusahaan kedua negara. Foto/Wikipedia
PARIS – Prancis dan Jerman udah tinggalkan proyek jet tempur generasi berikutnya, yang dikenal sebagai Future Combat Air System (FCAS), gara-gara perbedaan industri yang dalem banget. Matinya proyek gabungan ini jadi pukulan berat buat visi Presiden Prancis Emmanuel Macron soal integrasi pertahanan Eropa yang lebih erat.
Kegagalan ini nunjukin betapa susahnya bikin negara-negara Eropa bekerja sama dalam program multinasional yang kompleks dan mahal, meski ada kekhawatiran soal pencegahan Rusia dan keandalan aliansi sama Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Jerman Hendak Borong Lagi 15 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Bisa Ribut dengan Prancis
“Presiden [Prancis Emmanuel] Macron dan Kanselir Federal [Jerman Friedrich Merz] udah sampe pada kesimpulan bareng kalau perusahaan-perusahaan yang terlibat gak bakal mampu kerja sama buat bikin jet tempur gabungan. Mereka ngakuin kenyataan ini,” kata seorang pejabat pemerintah Jerman ke Politico dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah tersebut, Selasa (9/6/2026).
“Makanya, Kanselir Federal Merz udah nyaranin Presiden Macron buat gak nerusin pengembangan jet tempur gabungan lebih lanjut,” imbuh pejabat tersebut.
Proyek FCAS yang diluncurin tahun 2017 itu mandek gegara perselisihan sengit antara Dassault Prancis sama Airbus Defence and Space Jerman soal perusahaan mana yang harus pimpin proyek.
FCAS, yang juga ngelibatin Spanyol, dimaksudkan buat ngisi peran jet Eurofighter Jerman sama Rafale Prancis sekitar tahun 2040. Program ini termasuk pesawat tempur—poin utama pertikaian—serta drone sama cloud tempur—tulang punggung digital proyek yang bakal nyambungin sensor, satelit, drone, dan jet tempur dalam satu sistem.
Kemudian di hari Senin, Istana Elysée ngaku lewat pernyataan kalau Airbus Defence and Space sama Dassault Aviation gak berhasil nyapai kesepakatan sampek akhir.
Kepresidenan Prancis ngasih sinyal kalau penghentian kesepakatan itu adalah keputusan seplhak dari Jerman, dengan bilang ke wartwan, “Ototitas Jerman menyimpulkan bahwa gak mungkin buat kasih tekanan lebih lanjut ke perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Prancis tetep pada pendiriannya bahwa kerja sama Prancis-Jerman itu penting banget buat kedua negara kami dan buat mitra Eropa di bidang pertahan an dan keamanan.”