Program Skrining Kesehatan Fokus ke Tindak Lanjut Perawatan pada 2026: Kementerian

Jakarta (ANTARA) – Seiring program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memasuki tahun kedua di 2026, Kementerian Kesehatan mengalihkan fokus ke pengelolaan klinis dan tindak lanjut dari hasil skrining.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa program CKG tidak berhenti pada pemeriksaan saja; melainkan mencakup pencegahan dan pengobatan terintegrasi yang diberikan secara cuma-cuma. Fokus ini menandai peralihan dari sekadar cek kesehatan ke pengendalian penyakit aktif dan peningkatan nyata dalam kesehatan masyarakat.

“Target kami di 2026 bukan hanya melakukan pemeriksaan, tetapi memastikan masyarakat jadi sehat. Yang gratis bukan cuma skriningnya, tapi juga pencegahan dan pengobatannya,” ujarnya dalam keterangan pers pada Jumat.

Dia menyebutkan, pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari bagi yang terdiagnosa masalah kesehatan berdasarkan hasil CKG.

Selanjutnya, perawatan lanjutan akan ditanggung melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta aktif BPJS Kesehatan, sementara yang belum terdaftar akan dibantu untuk mengaktifkan keanggotaannya.

Dalam keterangan yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Maria Endang Sumiwi, menyatakan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan program di 2025, ditemukan beberapa masalah di berbagai kelompok usia.

Dia merincikan sejumlah kondisi kesehatan yang teridentifikasi, diantaranya 6 dari 100 bayi lahir dengan berat badan rendah, 31 persen balita mengalami karies gigi, dan satu dari lima remaja terdeteksi memiliki tekanan darah di atas normal.

Selain itu, ditemukan satu dari tiga orang dewasa menderita obesitas sentral, sementara 51 persen lansia mengalami hipertensi.

“Mulai 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan menerima obatnya langsung dari puskesmas pada hari yang sama,” katanya.

Pemerintah Indonesia memulai program CKG pada 10 Februari 2025, yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, selaras dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

MEMBACA  Saham Shopify jatuh karena prospek lemah setelah awal yang sangat kuat pada tahun 2024.

Dengan target menjangkau seluruh populasi Indonesia yang sekitar 280 juta jiwa, program skrining kesehatan ini menjadi salah satu program kesehatan terbesar di dunia, yang beroperasi dengan prinsip tidak meninggalkan siapapun.

Berita terkait: Prabowo promosikan Cek Kesehatan Gratis sebagai kebijakan penghematan anggaran di WEF

Berita terkait: Indonesia masukkan skrining kusta dalam Cek Kesehatan Gratis

Berita terkait: Pemerintah RI kerahkan unit rontgen portabel untuk tingkatkan skrining TB di Makassar

Penerjemah: Mecca Yumna, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar