Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Raih 10,5 Juta Peserta di Tahun 2026

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari melaporkan bahwa dari Januari hingga Februari 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 10.563.593 peserta.

Mereka mengakses layanan cek kesehatan di 9.543 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten dan kota.

“Dari jumlah tersebut, 714.808 peserta sudah mendapatkan perawatan, sementara 7.577.364 masih dalam proses tindak lanjut,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Qodari menyatakan bahwa program cek kesehatan ini dijalankan dengan pendekatan terpadu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, dengan target menjangkau 130 juta orang pada tahun 2026.

Target ini diharapkan tercapai dengan memperluas layanan ke 10.300 puskesmas didukung oleh 66 kementerian dan lembaga pemerintah.

Menurutnya, integrasi sistem pelaporan juga terus ditingkatkan agar program tetap akuntabel dan transparan, sekaligus membangun deteksi dini sebagai budaya baru dalam layanan kesehatan nasional.

Sementara itu, di sektor pendidikan agama, ia menjelaskan bahwa CKG yang diterapkan di madrasah merupakan bagian strategi untuk memperkuat deteksi dini kondisi kesehatan siswa dan tenaga kependidikan.

Program yang dikoordinasikan dengan Kementerian Agama ini menargetkan 87.644 madrasah dengan total 10.495.012 siswa, serta 936.359 guru dan tenaga kependidikan sebagai penerima manfaat.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Islam tahun ajaran 2025–2026, per Januari 2026 telah ada 10.751 madrasah yang melaksanakan program CKG, dengan 1.914.615 siswa tercakup.

Angka tersebut mewakili sekitar 12,28 persen madrasah dan 18,11 persen dari total target siswa.

Qodari mencatat bahwa capaian ini menunjukkan kemajuan awal yang signifikan dalam membangun kesadaran skrining kesehatan sejak usia sekolah.

Meski demikian, ia mengakui beberapa tantangan di lapangan, seperti kesenjangan dukungan pemerintah daerah dan keterbatasan anggaran.

MEMBACA  Bea Cukai Membalas Viral Penumpang Memilih Merobek Tas Hermes daripada Membayar Pajak Rp 26 Juta.

“Secara keseluruhan, CKG bukan sekadar program layanan kesehatan dasar, tetapi investasi jangka panjang untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dan mencegah penyakit lebih dini, khususnya di generasi muda,” kata Qodari.

Berita terkait: Kementerian memperluas cakupan program Cek Kesehatan Gratis di 2026

Berita terkait: Program cek gratis tingkatkan kesadaran kesehatan kolektif: Kementerian

Penerjemah: Andi Firdaus, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar