Jakarta (ANTARA) – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah mengurangi beban pengeluaran rumah tangga Indonesia, menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, didukung oleh survei Badan Pusat Statistik (BPS).
“Ketika anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, beban orangtua untuk menyiapkan makan siang dan memenuhi kebutuhan pangan harian otomatis menjadi lebih rendah,” ujarnya di Jakarta pada Jumat.
Pernyataan ini disampaikan berdasarkan survei baseline BPS terhadap 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia, yang menemukan bahwa mayoritas penerima MBG merasa lebih mudah mengakses makanan sehat, menghabiskan lebih sedikit waktu untuk memasak, dan menerapkan kebiasaan makan lebih sehat, khususnya di daerah pedesaan.
“Program MBG dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” tegasnya.
Hindayana menambahkan bahwa pengeluaran rumah tangga yang lebih rendah memungkinkan keluarga mengalihkan pendapatannya untuk kebutuhan pokok lain seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.
Menurut dia, hasil survei BPS menjadi landasan penting untuk membuat kebijakan kedepan yang lebih terarah.
“Data BPS adalah tolak ukur kami untuk terus meningkatkan program, memastikan manfaatnya menjadi semakin meluas dan merata,” katanya.
Ke depan, BGN dan BPS akan terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi berbasis data agar program makanan gratis tetap efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa survei MBG dilakukan dalam dua tahap: survei khusus tentang pelaksanaan program dan rantai pasokan, serta survei baseline tentang dampak pada rumah tangga penerima.
“Survei baseline kami melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh Indonesia untuk memberikan estimasi sampai tingkat provinsi,” jelasnya.
Widyasanti menyebutkan bahwa hasil survei menunjukkan mayoritas penerima merasa lebih mudah mendapatkan makanan bergizi, waktu memasak lebih singkat, dan beralih ke kebiasaan makan lebih sehat, terutama di wilayah pedesaan.
Berita terkait: Program makanan gratis menjangkau 3,2 juta ibu hamil dan balita: menteri
Berita terkait: Indonesia akan perluas program makanan gratis ke lansia dan disabilitas pada 2026
Berita terkait: Prabowo perintahkan peningkatan kualitas program gizi gratis
Penerjemah: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026