Jakarta (ANTARA) – Program Kampung Nelayan Merah Putih Indonesia telah menciptakan 17.550 lapangan kerja di 65 lokasi pesisir pada fase pertamanya, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu.
Pekerjaan tersebut mencakup tenaga konstruksi, nelayan, dan staf operasional, dengan rata-rata sekitar 270 pekerja per lokasi, tambah kementerian itu.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyatakan bahwa kesempatan kerja diperkirakan akan bertambah lagi seiring fasilitas mulai beroperasi penuh, mendukung logistik perikanan dan layanan terkait.
“Peningkatan tenaga kerja ini mencerminkan mandat presiden untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal di masyarakat pesisir,” ujarnya dalam pernyataan.
Fase pertama mencakup wilayah pesisir dari Aceh dan Jawa hingga Indonesia timur, termasuk Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, dan Papua. Desa percontohan di Bengkulu meliputi Penago I di kabupaten Seluma dan Merpas di kabupaten Kaur.
Setiap desa dilengkapi dengan dermaga, jalan, drainase, listrik, penyimpanan dingin, pabrik es, bengkel, kios logistik, dan stasiun bahan bakar untuk kapal penangkap ikan.
Pemerintah berencana menambah 35 lokasi dalam fase kedua program ini. Tujuan jangka panjangnya adalah memperluas hingga 1.000 kampung nelayan di seluruh negeri pada 2029, mendorong pekerjaan pesisir dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Berita terkait: Prabowo targetkan 1.100 kampung nelayan pada 2026 untuk tingkatkan ketahanan pangan
Berita terkait: Meraup harapan baru dari Kampung Nelayan Merah Putih
Penerjemah: Shofi Ayudiana, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026