Profesor Jiang Ramai Dibicarakan, Peringatkan Pasokan Minyak Global Ancam Habis Pertengahan April

Selasa, 7 April 2026 – 00:10 WIB

Nama Profesor Jiang Xueqin kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sebelumnya, videonya yang memprediksi Amerika Serikat akan kalah jika berperang melawan Iran di tahun 2024 sempat viral di awal tahun ini.

Kini, ia kembali jadi sorotan setelah membahas dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat terhadap pasokan minyak dunia. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Prof. Jiang Lectures, ia menjelaskan betapa besarnya ketergantungan dunia terhadap minyak dari Timur Tengah.

“Hal pertama yang perlu dipahami, sekitar 20 persen minyak dunia berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar dikirim ke Asia Timur. Sebagai gambaran, India dapat sekitar 6 persen minyaknya dari sana, Jepang bahkan sekitar 75 persen. Artinya Asia Timur sangat bergantung pada minyak dari kawasan ini. Selain ke Asia, minyak dari Timur Tengah juga dikirim ke Eropa dan Amerika Serikat. Jadi, dunia memang sangat bergantung pada minyak dari negara-negara Teluk (GCC),” kata dia dalam video tersebut dikutip Selasa 6 April 2026.

Jiang kemudian mengingatkan soal dampak besar yang bisa terjadi jika perang antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah potensi dunia mengalami krisis minyak dalam waktu dekat.

“Kalau perang ini terus berlanjut, apalagi sampai melibatkan pasukan darat, pasokan minyak dari Timur Tengah bisa runtuh. Bahkan JP Morgan pernah memperkirakan, pada pertengahan April dunia bisa kehabisan minyak. Ini jelas jadi bencana global,” kata dia melanjutkan.

Tak hanya itu soal energi, jika perang ini terus berkecamuk dan tidak kunjung usai. Akan ada banyak kelangkaan yang terjadi di dunia terutama sejak selat Hormuz ditutup oleh Iran pada 28 Februari lalu sebagai buntut dari serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat saat itu.

MEMBACA  Tottenham Hotspur Mendekati Arsenal, Persaingan Puncak Memanas!

“Tapi dampaknya bukan cuma soal energi. Lantaran Iran membatasi pergerakan di Selat Hormuz, mulai muncul berbagai jenis kelangkaan besar. Memang, kita tahu minyak dan LNG terganggu. Tapi masalahnya ternyata jauh lebih luas,” sambung dia.

Beberapa aspek lainnya yang akan ikut terdampak akibat perang ini termasuk perekonomian global hingga masalah pangan.

“Coba lihat bahan seperti fosfat, amonium, sulfur, dan urea ini semua penting untuk produksi pangan karena digunakan sebagai pupuk. Artinya, kalau perang ini terus berlangsung, negara-negara bukan cuma kekurangan energi, tapi juga bisa kekurangan makanan. Belum lagi helium dan sulfur yang dipakai dalam produksi semikonduktor. Kedua bahan ini penting untuk industri teknologi, termasuk pengembangan AI. Jadi, perang di Timur Tengah ini sebenarnya berdampak ke hampir seluruh aspek ekonomi modern. Kalau terus berlanjut, ekonomi global bisa runtuh,” kata dia.

Tinggalkan komentar