Produktivitas Nelayan Melonjak Dua Kali Lipat dalam Proyek Percontohan Kampung Merah Putih

Jakarta (ANTARA) – Proyek percontohan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Papua dikatakan telah menunjukkan peningkatan produktifitas dan pendapatan nelayan hingga dua kali lipat.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan pada Rabu, bahwa progres pembangunan KNMP Tahap 1, yang dimulai September 2025, telah mencapai 99,23 persen, atau 61 dari 65 lokasi yang ditargetkan.

Sementara itu, progres untuk Tahap 2, yang diluncurkan Desember 2025, telah mencapai 16,68 persen.

"Di lokasi percontohan Samber Binyeri di Biak Papua, KNMP telah mendatangkan peningkatan produktivitas dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun per nelayan, atau naik 101 persen. Hari melaut juga bertambah dari 9 hari menjadi 13 hari, kenaikan 44 persen," ujarnya dalam konferensi pers.

Dia menyampaikan bahwa fasilitas dan sistem yang memadai memungkinkan nelayan mencapai lebih dari dua kali lipat kapasitas produksi mereka.

Qodari mencatat bahwa dampak yang paling langsung terasa adalah peningkatan pendapatan nelayan, dari Rp4,35 juta (US$248) menjadi Rp7,73 juta (US$441) per bulan, atau naik 75 persen.

Dia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kenaikan produktifitas serta membaiknya harga ikan karena kualitas yang terjaga dan akses pasar yang lebih luas.

Nilai tambah dari penjualan ikan, yang sebelumnya sebesar Rp1,57 miliar (US$89 ribu) per tahun, telah meningkat menjadi Rp4,57 miliar (US$261 ribu) per tahun, atau naik 190 persen. Hal ini didukung oleh rantai usaha yang lebih panjang, seperti pengolahan, penyimpanan, dan distribusi, tutur Qodari.

Masuk dalam program quick win pemerintah (PHTC), KNMP diharapkan dapat memperkuat sektor kelautan sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya laut.

Menurut Qodari, KNMP dirancang untuk membangun sistem ekonomi komprehensif, di mana semua aktivitas perikanan, dari penangkapan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil laut, dikelola secara terorganisir dan terpadu dalam satu ekosistem bisnis.

MEMBACA  China Terdepan dalam Revolusi Energi Bersih, namun Juga Penyumbang Polusi CO2, Laporan Mengungkap

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dengan membangun 1.000 lokasi KNMP pada 2026. Per 25 Maret 2026, telah teridentifikasi 1.269 lokasi potensial KNMP di 37 provinsi, yang terdiri dari 383 potensi hub dan 886 potensi daerah penyangga.

Berita terkait: Indonesia majukan 65 kampung nelayan di seluruh negeri, 50 persen selesai

Berita terkait: Serang Banten usulkan status kampung nelayan untuk Domas

Berita terkait: Pemerintah Indonesia bangun kampung nelayan di Indramayu

Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar