Presiden Tunjukkan Kepedulian pada Warga Marjinal

loading…

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Seskab Teddy Indra Wijaya di Jepang. Foto/BPMI Setpres

TOKYO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap harga BBM bersubsidi di Indonesia. Bahlil memastikan harga BBM subsidi masih tetap aman dan stabil.

Seperti diketahui, harga BBM subsidi saat ini masih di angka Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar. “Harga minyak dunia sekarang sudah mencapai 115 dolar per barel. Tapi, di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi sampai saat ini, saya rasa Bapak Presiden punya hati untuk memperhatikaan rakyat kecil,” kata Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Senin (30/3/2026).

Meskipun begitu, Bahlil belum bisa memastikan apakah harga BBM subsidi akan naik atau tidak. Dia menegaskan keputusan akhir akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan yang terbaik untuk rakyat dan negara,” ujarnya.

Bahlil juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo terus memikirkan keseimbangan antara pembangunan negara dan kondisi masyarakat. “Bapak Presiden kita ini kan setiap hari mikirin pembangunan, tapi juga bagaimana memperhatikan kebutuhan rakyat kecil,” jelas Bahlil.

Soal wacana kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar 10% mulai 1 April, Bahlil menerangkan bahwa mekanisme penetapan harga sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022.

“Gini. Di Permen ESDM 2022 itu sudah mengatur dua formulasi harga BBM. Satu untuk industri dan satu untuk nonindustri. Kalau yang untuk industri, tanpa pengumuman resmi pun harganya akan mengikuti pasar,” paparnya.

MEMBACA  Langkah Awal Berat pada Silver Surfer

Tinggalkan komentar