Presiden Prabowo Waspadai Risiko Konten Buatan Kecerdasan Buatan

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto memperingatkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) perlu perhatian serius, karena bisa digunakan untuk membuat konten palsu.

“AI bisa buat seseorang ngomong hal yang sebenarnya ga pernah dia ucapin. Saya sendiri sering mengalaminya,” kata Prabowo dalam rapat kerja pemerintah dengan Kabinet Merah Putih, di Kompleks Istana Presiden, hari Rabu.

Dia mencontohkan konten buatan AI yang ditemuinya di internet, termasuk video dirinya menyanyi dengan suara merdu, padahal mengaku tidak bisa nyanyi, serta berpidato dalam bahasa Mandarin dan Arab, padahal dia tidak bisa bahasa tersebut.

Presiden mencatat, meski beberapa konten AI ini awalnya terlihat menguntungkan dalam beberapa situasi, dampak luas teknologi ini tidak bisa diabaikan.

Menurut dia, penyebaran hoaks dan fitnah lewat media sosial berpotensi merugikan suatu negara, apalagi didukung teknologi digital.

“Dulu kan harus kirim pasukan atau bom, sekarang tidak perlu. Mungkin cuma dengan permainan media sosial, fitnah, hoaks,” ujarnya.

Presiden menjelaskan, kemajuan teknologi, AI, dan sistem informasi digital juga memungkinkan satu orang mengelola banyak akun.

Dengan peralatan yang relatif murah, akun-akun ini bisa diperbanyak, sehingga terkesan datang dari banyak orang berbeda.

Dia mencatat, hal ini bisa menciptakan efek “ruang gema”, yang membesar-besarkan suatu isu hingga tampak masif, meski awalnya berasal dari kelompok kecil.

“Ini yang kita sebut echo chamber. Ini ada dalam studi intelijen, menunjukkan bagaimana suatu negara bisa dilemahkan (oleh dampaknya),” kata Prabowo.

Berita terkait: Prabowo memperingatkan pemuda soal manipulasi AI, sebut video palsu dirinya

Berita terkait: Indonesia: AI sebuah keharusan, bukan ancaman, kata wakil menteri

Penerjemah: Fathur, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Wakil Presiden RI Gibran Tinjau Penerapan Pendidikan IoT di SMP Bandung

Tinggalkan komentar