Presiden Prabowo Lakukan Panggilan Telepon ke Pemimpin Negara Muslim
Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan panggilan telepon dengan sejumlah pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim dalam rangka Idul Fitri 2026, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dihubungi dari Jakarta pada Senin, Wijaya menyatakan presiden menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, serta Raja Yordania Abdullah II.
Dia menjelaskan bahwa Prabowo melakukan panggilan tersebut setelah menyelesaikan agenda Idul Fitri-nya, yang mencakup menghabiskan malam terakhir Ramadan di Kota Medan, Sumatra Utara, pada Jumat (20 Maret) dan melaksanakan salat Id di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, keesokan paginya.
Presiden Prabowo juga menggelar open house untuk masyarakat, pejabat, dan mantan pimpinan nasional di Istana Negara Jakarta pada hari yang sama, tambah Wijaya.
Dia menggambarkan panggilan tingkat tinggi ini bukan hanya sebagai inisiatif presiden untuk menyampaikan ucapan Idul Fitri, tetapi juga sebagai wujud rasa persaudaraan yang telah lama terjalin antara bangsa Indonesia dengan masyarakat negara-negara sesama mayoritas Muslim.
Wijaya menekankan bahwa panggilan itu juga bertujuan untuk memperkuat hubungn bilateral Indonesia dengan negara-negara tersebut di tengah perayaan Idul Fitri.
Lebih lanjut, sekretaris itu mencatat bahwa kepala negara berencana untuk segera menghubungi pemimpin dari lebih banyak negara, dan menambahkan bahwa dia "menunggu konfirmasi dari masing-masing negara."
Sekretariat Presiden dalam siaran pers pada Minggu (22 Maret) menyatakan bahwa pembicaraan telepon Prabowo dengan para pemimpin dunia menegaskan tekad Indonesia untuk membantu menjembatani masyarakat global menuju persatuan.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia bercita-cita untuk memimpin dalam menyebarkan "pesan perdamaian, kerjasama, dan harapan bagi dunia Islam," catat sekretariat itu.
"Lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri memberikan ruang untuk diplomasi, memperkuat persaudaraan, dan melambangkan komitmen teguh Indonesia dalam memupuk persatuan global," pernyataan itu menyebut.
Berita terkait:
- Kementerian imbau masyarakat hindari puncak arus balik Idul Fitri
- Menteri pastikan pasokan pangan stabil selama musim libur Idul Fitri
- Menteri Umar ajak umat Muslim perkuat empati di Hari Raya Idul Fitri
Penerjemah: Genta Tenri, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026