Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima penghargaan tertinggi Korea Selatan, yaitu Grand Order of Mugunghwa, dalam sebuah Acara Persahabatan yang diadakan di Taman Sangchungjae, Istana Kepresidenan di Seoul pada hari Rabu.
Menurut pernyataan dari Sekretariat Presiden, penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Grand Order of Mugunghwa adalah penghargaan nasional tertinggi Korea Selatan, yang diberikan khusus kepada Presiden Korea Selatan dan pasangannya, serta kepada kepala negara atau mantan kepala negara dari negara sahabat beserta pasangan.
Penghargaan ini diberikan atas jasa-jasa luar biasa dalam mendukung perkembangan dan keamanan Korea Selatan.
Presiden Prabowo menerima penghargaan ini atas kontribusinya dalam meningkatkan hubungan bilateral, terutama dalam meningkatkan kemitraan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus.
Penghargaan ini terdiri dari beberapa atribut kehormatan, yaitu lencana berupa pita, kalung, bintang, dan lencana kerah, yang semuanya terbuat dari logam mulia dan dihiasi dengan batu permata.
Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1949, Grand Order of Mugunghwa telah dianugerahkan kepada lebih dari 100 tokoh dunia, baik dari dalam maupun luar negeri.
Beberapa tokoh terkemuka yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Presiden pertama Korea Selatan, Syngman Rhee (1949), Raja Hussein dari Yordania (1983), Ratu Elizabeth II dari Inggris (1986), Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani (2007), Presiden Prancis Emmanuel Macron (2018), dan Raja Willem-Alexander dari Belanda (2003).
Penghargaan ini semakin menekankan persahabatan yang kuat dan kerjasama strategis antara Indonesia dan Korea Selatan, yang terus bertumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan kawasan.
Berita terkait: Indonesia dan Korea Selatan sejalan untuk tingkatkan layanan digital, pertumbuhan AI
Berita terkait: Menteri Indonesia dan Korea Selatan sepakat kerjasama energi bersih
Berita terkait: Indonesia dan Korea Selatan pererat hubungan strategis tangani kebakaran hutan
Penerjemah: Maria Cicilia G P, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026