Presiden Perintahkan Pembentukan Tim Kajian untuk Analisis Banjir di Jawa

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembentukan tim kajian untuk menganalisis dan menyusun grand design penanganan banjir di seluruh Pulau Jawa, menyusul hujan lebat yang memicu banjir di beberapa daerah termasuk Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, presiden menginstruksikan pemerintah untuk segera membentuk tim guna mengkaji tantangan pengelolaan air dan merumuskan rencana mitigasi banjir yang komperhensif untuk pulau tersebut.

Dia mengakui banjir telah lama menjadi masalah berulang di Indonesia dan menekankan pentingnya solusi terpadu yang menangani pengelolaan air dari hulu hingga hilir.

Menurut Hadi, Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir di seluruh tanah air meski sedang berada di luar negeri dan tetap berkomunikasi dengan pejabat terkait untuk mengelola dampak dari hujan deras ini.

Dia menambahkan, pemerintah pusat sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek.

Hadi menekankan, koordinasi antar sektor sangat penting, termasuk upaya untuk memitigasi dampak banjir terhadap infrastruktur transportasi seperti jalur kereta api.

Dalam sepekan terakhir, banjir dilaporkan terjadi di 17 titik sepanjang rel kereta, termasuk beberapa lokasi yang sebelumnya tak pernah mengalami banjir, sehingga mengakibatkan gangguan signifikan pada jadwal dan layanan kereta.

Di luar kondisi cuaca, Hadi mencatat banjir juga diperparah oleh perubahan tata ruang, sedimentasi sungai, dan hilangnya daerah retensi di wilayah Jabodetabek, yang seharusnya berfungsi sebagai zona tangkapan air kritis.

Alhasil, Presiden Prabowo memerintahkan respons lintas kementerian yang melibatkan Kementerian PPN dan Kementerian PUPR.

Curah hujan dengan intensitas tinggi telah menyebabkan banjir di banyak daerah di Jawa, seperti Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, dan Jakarta Utara.

MEMBACA  Kementerian Dukung Upaya Pengelolaan Sampah di Jakarta Utara

Di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan banjir menggenangi 45 Rukun Warga dan 22 ruas jalan, dengan ketinggian air antara 15 hingga 90 sentimeter.

Berita terkait: [Tautan berita pertama]
Berita terkait: [Tautan berita kedua]

*Penerjemah: Fathur Rochman, Raka Adji
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar