Berita dari ANTARA – Jakarta
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya meningkatkan riset untuk mengatasi masalah di masyarakat, termasuk persoalan sampah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Presiden ingin kita meningkatkan penelitian yang bisa membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan," kata Hadi kepada pers setelah rapat koordinasi di Jakarta, Kamis.
Hadi menambahkan, sebenarnya sudah banyak produk riset yang tersedia untuk menangani masalah sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga desa. Ia berharap inovasi-inovasi ini dapat menjadi solusi nyata untuk pengelolaan lingkungan.
Dalam menangani isu ini, ada beberapa tingkat yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari skala mikro seperti sampah dari rumah tangga, lingkungan, dan desa, hingga skala makro yang melibatkan volume sampah perkotaan yang sangat besar.
Salah satu inisiatif pemerintah adalah rencana pembangunan 34 pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Pembangunan ini bertujuan mengatasi penumpukan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan listrik nasional. Presiden Prabowo menyatakan proyek-proyek ini akan segera memasuki tahap awal pelaksanaan.
Menurut Hadi, PLTSa akan dibangun di 34 kabupaten/kota yang produksi sampahnya sudah melebihi 1.000 ton per hari.
Ia menjelaskan, penyelesaian masalah sampah memerlukan pendekatan terpadu di setiap tingkat, dengan fokus pada dua area utama. Pertama, teknologi yang adaptif, seperti membangun insinerator yang disesuaikan dengan kapasitas sampah di setiap daerah.
Kedua, edukasi publik tentang pemilahan sampah. Ini penting agar program sampah menjadi energi dapat beroperasi dengan efisiensi maksimal.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup per 5 Februari 2026, sebanyak 238 kabupaten/kota di Indonesia telah melaporkan timbulan sampah mereka pada tahun 2025, dengan total mencapai 23,86 juta ton.
Data kementerian menunjukkan bahwa sampah rumah tangga menyumbang porsi terbesar, yaitu mencapai 54,54 persen.
Berita terkait:
Menteri serukan aksi bersama atasi masalah sampah Indonesia
Indonesia libatkan rumah tangga untuk tangani darurat sampah
Penerjemah: M Baqir, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026