Selasa, 20 Januari 2026 – 13:13 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta, tetapi juga dialami banyak negara dan daerah lain.
“Sekarang ini bukan cuma terjadi di Indonesia, hampir semua daerah, hampir semua wilayah di seluruh dunia mengalami cuaca ekstrem yang luar biasa,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 20 Januari 2026.
Bahkan di Rusia ada salju yang tingginya sampai 3-4 tingkat gedung. “Dan selama ini di Eropa Barat tidak pernah banjir, akhirnya banjir,” ujarnya.
Karena itu, Pramono menilai cuaca ekstrem yang sedang terjadi di ibu kota saat ini merupakan sebuah pemberian dari Tuhan.
Pramono pun fokus untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau situasi cuaca dari hari ke hari.
Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengatasi banjir. Bahkan, anggaran OMC untuk satu bulan ke depan sudah disiapkan.
“Saya tidak mau mengeluh tentang urusan cuaca ekstrem ini. Ini adalah suatu kepastian. Pemerintah bertanggung jawab untuk mengatasinya,” tegasnya.
Menurut Pramono, OMC sangat penting dilakukan. “Sebab kalau tidak, dampak cuaca ekstrem di Jakarta bisa lebih parah dari yang sudah terjadi hari-hari kemarin,” katanya.
Tidak hanya itu, Pemprov Jakarta juga menyiapkan antisipasi banjir jangka menengah. Misalnya dengan membangun waduk dan embung di berbagai wilayah Jakarta. (ant)