Senin, 16 Maret 2026 – 13:23 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan program bedah rumah. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal dan kesejahteraan masyarakat di ibu kota.
Hari ini, Pramono secara resmi menyerahkan 26 rumah hasil program bedah rumah dari kolaborasi Baznas Bazis DKI Jakarta dengan beberapa BUMD, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga perusahaan swasta.
“Jadi, semua BUMD pasti diberikan kesempatan. Hari ini yang bekerja sama dengan Baznas Bazis adalah PAM Jaya dan Dharma Jaya. Untuk BUMN ada Pertamina dan Pegadaian. Dari swasta ada Tokio Marine dan PT Malahayati,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Untuk program rumah dari Baznas Bazis, Pramono menyebutkan dibutuhkan anggaran sekitar Rp50 juta sampai Rp55 juta untuk setiap rumah. Selama rumahnya dibedah, warga sementara tinggal di kontrakan atau kost. Biaya sewanya juga ditanggung oleh Baznas Bazis.
Diketahui, PAM Jaya membedah 15 unit rumah, Dharma Jaya 10 unit, Pertamina 8 unit, Pegadaian 2 unit, Tokio Marine 5 unit, dan PT Malahayati Nusantara Raya 16 unit rumah.
Sejak tahun 2019 hingga 2025, Baznas Bazis telah melakukan bedah rumah sebanyak 3.509 unit. Rinciannya adalah 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara, dan 79 rumah di Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berharap setiap dinas di lingkungan Pemprov DKI memiliki program bedah rumah sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dia menyampaikan bahwa permukiman adalah salah satu masalah utama di Jakarta. Menurut Wagub, jumlah penduduk saat ini sudah melebihi kapasitas wilayahnya.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun yang juga bertujuan untuk memperbaiki lingkungan yang tidak layak huni. (Ant)