Rabu, 21 Januari 2026 – 04:34 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka dari Inggris untuk bekerja sama dalam mendirikan 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan ini disampaikan Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang diadakan di Lancaster House, London, pada Selasa, 20 Januari 2026.
“Kita ingin mengajak kerja sama, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dan banyak universitas lain. Mereka juga sudah punya kampus di Indonesia, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang-bidang yang kita butuhkan seperti digital dan teknologi," kata Prabowo kepada wartawan.
"Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar ketertinggalan. Kita harus punya tingkat pendidikan setinggi-tingginya, yang sederajad dengan yang terbaik di dunia,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Indonesia masih membutuhkan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan tiap tahunnya masih terbatas.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahun. Jadi, entah berapa tahun lagi yang dibutuhkan. Dan pada saat kami mencapai target 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” tutur Prabowo.
Untuk menjawab tantangan itu, Presiden berencana membangun 10 universitas baru yang fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ungkapnya.
Mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah. Mereka akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum kuliah dimulai. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.
Selain universitas, Presiden Prabowo juga menjelaskan rencana membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
“Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu, mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar setiap tahun. Uangnya dapat disalurkan kembali untuk universitas dan rumah sakit ini,” ucap Prabowo.