Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (ANTARA) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berangkat menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk meninjau langsung pembangunan perumahan bagi korban bencana yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara.
Pada hari kedua kunjungannya ke daerah terdampak bencana di Sumatra, Presiden Prabowo menyapa warga yang telah berkumpul di helipad sebuah perusahaan perkebunan milik negara di Kabupaten Tapanuli Selatan, sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Usai dilepas oleh Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Selatan Irawan Pasaribu, Presiden meninggalkan helipad pukul 09.20 menggunakan helikopter Angkatan Udara jenis Caracal menuju Bandara Silangik di Kabupaten Tapanuli Utara.
Dari sana, rencananya Kepala Negara akan meneruskan perjalanan ke Lanud Soewondo di Kota Medan, sebelum terbang ke Aceh Tamiang guna meninjau pembangunan hunian sementara bagi warga yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor baru-baru ini.
Mendampingi Presiden dalam perjalanan ini antara lain Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Agenda Prabowo di Aceh Tamiang pertama kali diungkapkan oleh Wijaya pada Rabu, 31 Desember.
"Presiden dijadwalkan meninjau pembangunan 500 hingga 600 unit rumah yang dibangun oleh Danantara atas perintah beliau," kata Wijaya kepada media.
Sebelumnya, pada 28 Desember, Sekretaris Kabinet menyatakan pemerintah telah menugaskan Danantara untuk mengkoordinasi BUMN guna membangun total 15.000 unit hunian sementara bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam jangka waktu tiga bulan.
Dia menambahkan bahwa sekitar 500 unit rumah ditargetkan selesai pada minggu ini.
Berita terkait: Indonesia mulai membangun 1.050 rumah sementara di Sumatra yang terdampak banjir
Berita terkait: Pemerintah RI percepat pemulihan Sumatra, target 15.000 rumah dalam 3 bulan
Penerjemah: Fathur R, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026