Prabowo Terima Menteri Keamanan Negara China Bahas Stabilitas

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Keamanan Negara China Chen Yi Xin di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (14/3). Mereka membahas penguatan keamanan di Asia dan secara global.

Sekretariat Kabinet dalam postingan Instagram mencatat pertemuan bilateral itu berlangsung dalam suasana akrab, mencerminkan hubungan erat Indonesia dan China yang telah lama terjalin.

Menurut keterangan tersebut, Menteri Chen menyampaikan keinginan China untuk bekerja sama dengan negara-negara mitra guna berkontribusi pada stabilitas dan keamanan regional maupun global.

Presiden Prabowo menyambut baik pandangan tersebut dan menegaskan bahwa Indonesia memiliki kepentingan yang sama dengan China dalam stabilitas kawasan. Menurutnya, stabilitas adalah fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sekretariat menambahkan, Kepala Negara juga mengapresiasi harapan China untuk memperdalam kerjasama bilateral yang saling menguntungkan.

Lebih lanjut, disebutkan prospek kolaborasi yang lebih kuat antara Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia dengan Kementerian Keamanan Negara China. Kemitraan seperti ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Jakarta.

Disebutkan, di bawah pemerintahan Prabowo, Indonesia menempatkan keamanan nasional sebagai tujuan inti dalam diplomasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga tatanan dunia multipolar di tengah dinamika dan tantangan geopolitik, melalui keterlibatan aktif di kancah internasional.

Hadir juga dalam pembicaraan itu Kepala BIN M. Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sejak menjabat pada Oktober 2024, Presiden Prabowo menunjukkan intensitas keterlibatan dengan pemerintah China. Presiden China Xi Jinping termasuk salah satu pemimpin asing pertama yang dikunjunginya sebagai kepala negara.

Kedua pemimpin pertama kali bertemu sesama presiden di Gedung Rakyat, Beijing, pada 9 November tahun itu. Mereka merayakan sifat strategis hubungan bilateral.

MEMBACA  China Mengeluhkan 'Komentar yang Tidak Bertanggung Jawab' tentang Peranannya dalam Perang Ukraine | Berita Perang Rusia-Ukraina

Mereka bertemu kembali di ibu kota China awal September 2025 dalam acara peringatan 80 tahun kemenangan China atas pasukan Imperial Jepang.

Berita terkait:

Tinggalkan komentar