Prabowo Temui Zidane di WEF, Berkomitmen Majukan Sepak Bola Nasional

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk memajukan sepak bola nasional saat pertemuan dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, di World Economic Forum (WEF) di Davos pada hari Kamis (22 Januari).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet) pada Minggu, menyatakan pertemuan antara Prabowo dan Zidane berlangsung sekitar 45 menit.

“Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan kuatnya untuk terus memajukan sepak bola dan tim nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi ANTARA.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menjalaskan rencana agar setiap sekolah baru yang dibangun di masa depan dilengkapi dengan lapangan sepak bola.

Fasilitas ini dimaksudkan bukan hanya untuk kegiatan sekolah, tetapi juga bisa digunakan anak-anak di komunitas sekitarnya sebagai tempat latihan.

Selain menyampaikan gagasan pembangunan infrastruktur, Prabowo juga meminta masukan dan pandangan dari Zidane mengenai pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional agar terus tumbuh.

“Presiden Prabowo juga meminta input dan nasihat dari maestro Zidane tentang pengembangan sepak bola nasional,” kata Wijaya.

Presiden Prabowo juga menarik perhatian global di WEF 2026 di Davos dengan memperkenalkan konsep “Prabowonomi”, sebuah strategi ekonomi inklusif yang berfokus pada kesejahteraan sosial.

Berbicara di hadapan ribuan pemimpin global dan kepala eksekutif, Prabowo mengatakan fondasi ekonomi Indonesia kedepan terletak pada penguatan sumber daya manusia melalui program makan bergratis, pengembangan industri hilir, dan penegakan hukum yang tegas untuk kepastian investasi.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan tidak akan ada kesejahteraan tanpa perdamaian, sambil mempromosikan peranan dana kekayaan sovereign Danantara sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Kehadiran Prabowo di WEF—yang menandai partisipasi pertama pemimpin Indonesia dalam satu dekade—telah memposisikan Indonesia sebagai mitra global strategis yang berkomitmen pada pertumbuhan ekonomi mandiri namun tetap terbuka untuk kolaborasi internasional.

MEMBACA  Menteri Minta Kepala Daerah Prioritaskan Program Kesehatan Nasional

Berita terkait: Pelatih baru Indonesia terbuka untuk lebih banyak pemain naturalisasi

Berita terkait: Visi sepak bola, bakat, dan fans menarik Herdman melatih Indonesia

Berita terkait: Prabowo menerima undangan FIFA untuk Piala Dunia 2026

Penerjemah: Fathur, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar