Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah bertemu dengan sejumlah tokoh yang dianggap sebagai bagian dari oposisi pemerintah untuk membahas kondisi negara pada Jumat (30 Januari).
“Tadi malam, Presiden bertemu beberapa tokoh nasional yang digambarkan sebagai oposisi,” ujarnya saat menyampaikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di sini, pada Sabtu.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara retret PWI di Pusat Kompetensi Pertahanan Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut dia, pertemuan tersebut membahas bagaimana semua pihak harus mengelola negara dengan baik.
Selama ini, katanya, banyak pihak sering menciptakan kondisi yang merugikan negara, mulai dari penyalahgunaan sumber daya alam hingga kebocoran finansial.
Lanjut dia, pihak-pihak itu mulai dari pelaku swasta yang tidak mau patuh pada aturan bisnis untuk keuntungan pribadi hingga dugaan kebocoran dalam anggaran negara.
“Saya bahkan menerima laporan sekitar Rp5.777 triliun dari bank Himbara yang dialirkan ke korporasi. Sementara, APBN kita sekitar Rp300 triliun. Ke mana bocoran anggaran itu?” katanya kepada peserta retret.
Dia tidak menutup kemungkinan bahwa unsur-unsur di dalam pemerintah bisa bertanggung jawab atas kerugian negara tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, Prabowo dalam pertemuannya dengan tokoh oposisi ingin mengajak semua pihak bersama-sama memperbaiki negara.
“Untuk itu, saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis dalam melihat situasi. Kita tidak boleh menutupi kondisi yang bisa membuat negara kita menghadapi kesulitan,” jelasnya.
Dia juga mendorong peserta retret, sebagai anggota pers, untuk membantu pemerintah terus menjalankan tugas negara melalui pemberitaan yang informatif.
Berita terkait: PDIP bertujuan menjadi penyeimbang, bukan kekuatan penentang: Megawati
Penerjemah: Walda, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026