Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto pada Jumat membela keterlibatan militer dan polisi dalam upaya Indonesia mencapai swasembada pangan. Beliau menyatakan partisipasi mereka sangat penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, meskipun mendapat kritikan dari dalam dan luar negeri.
Berbicara pada peresmian lebih dari 1.700 unit layanan gizi (SPPG) dan gedung ketahanan pangan Polri di Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah "institusi rakyat" yang bertanggung jawab melindungi warga, termasuk dari kelaparan.
Beliau menampik kritik media asing yang menyebutkan bahwa pengerahan aparat keamanan untuk meningkatkan produksi pangan bertentangan dengan prinsip pasar bebas. Menurutnya, prioritas Indonesia adalah memastikan ketersediaan pangan dan ketahanan nasional, bukan sekadar mematuhi dogma ekonomi.
“Jika rakyat mengalami kekurangan pangan, prajurit dan polisi juga akan merasakannya,” kata Prabowo. Beliau menambahkan bahwa anggota kedua institusi tersebut berasal dari keluarga biasa Indonesia dan turut merasakan kesulitan yang dihadapi publik.
Prabowo memuji Polri yang telah membangun 18 gudang pangan dan mendirikan 1.179 unit SPPG untuk mengelola dapur makanan bergizi gratis di seluruh Indonesia.
Beliau menyatakan pimpinan Polri telah memahami bahwa memastikan ketahanan pangan adalah bagian integral dari keamanan nasional, yang cakupannya lebih luas dari sekedar menjaga ketertiban umum dan keamanan fisik.
“Bagi setiap orang tua, perhatian utama adalah keselamatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Keamanan pertama adalah terbebas dari kelaparan,” ujarnya.
Pada acara terpisah Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Prabowo menyoroti dampak ekonomi dari program makanan bergizi gratis (MBG).
Beliau mengatakan program ini saat ini mempekerjakan lebih dari 1 juta orang dan diproyeksikan menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja harian setelah beroperasi penuh.
Program MBG didukung oleh lebih dari 23.000 dapur SPPG di seluruh tanah air dan bertujuan untuk menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat dengan lebih dari 30.000 dapur.
Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 pekerja dan menciptakan permintaan bagi lima hingga 10 pemasok bahan pangan, sehingga mendongkrak perekonomian lokal.
Prabowo menyatakan fasilitas SPPG yang dijalankan Polri dan diresmikan Jumat itu dilengkapi dengan teknologi produksi dalam negeri untuk memastikan standar kebersihan air, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah.
Berita terkait: Polri targets 1,500 nutrition service units for MBG program by 2026
Berita terkait: Only 4,535 MBG nutrition service units certified for hygiene: govt
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026