Prabowo Targetkan Tutup 800 BUMN Merugi, Klaim Efisiensi Triliunan Rupiah

Rabu, 24 Juni 2026 – 05:15 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto bilang bahwa pemerintah berencana untuk nutup sekitar 700 sampai 800 perusahaan BUMN yang dianggap tidak sehat dan terus-terusan rugi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Presiden Prabowo ngaku cukup kaget waktu tahu jumlah BUMN mencapai lebih dari seribu entitas. Menurutnya, banyak perusahaan itu tidak kasih untung dan malah jadi beban buat keuangan negara.

"Pokoknya sekarang kita udah tutup kurang lebih 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat, 200 kalau enggak salah. Pada ujungnya kita akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700 lah," kata Presiden Prabowo.

Prabowo juga jelasin kalau penutupan ratusan BUMN itu udah ngasih penghematan anggaran yang besar banget. Dia kasih contoh, setiap perusahaan punya direksi dan komisaris yang harus dibiayai negara, meskipun perusahaannya enggak menghasilkan untung.

Menurut Prabowo, penutupan sekitar 240 perusahaan negara yang udah dilakukan berhasil ngurangin banyak biaya operasional dan gaji manajemen yang selama ini jadi beban keuangan negara.

"Udah kita tutup, kita hemat triliunan. Cuma dari nutup perusahaan-perusahaan yang enggak bener, dan caranya para direksi itu nutupin korupsi mereka," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga negasin kalo langkah restrukturisasi BUMN ini dilakuin buat mastiin perusahaan milik negara dikelola secara profesional dan ngasih manfaat nyata untuk masyarakat. Dia nilai praktik tata kelola yang jelek di beberapa perusahaan negara harus dihentikan supaya aset negara enggak terus-terusan rugi.

MEMBACA  Para Ilmuwan Klaim Akhirnya Berhasil Menciptakan Berlian 'Heksagonal' yang Sulit Dipahami

Sebagai informasi, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) nargetin buat ngurangin jumlah BUMN sama anak usahanya, dari 1.100 perusahaan jadi 257 perusahaan aja. Konsolidasi ini nantinya bakal gabungin BUMN di sektor logistik, manajemen aset, sekuritas, perhotelan, semen, asuransi, dan lain-lain. (Ant)

Tinggalkan komentar