Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Danantara, pengelola investasi dan kekayaan negara Indonesia, untuk berkoordinasi erat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah dalam pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana di Sumatra.
Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menghindari tumpang tindih dengan proyek bantuan bencana yang sudah dilaksanakan oleh BNPB dan lembaga negara lainnya.
“Sangat penting untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah, dengan para gubernur,” kata Prabowo kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dalam diskusi tersebut.
Menekankan peran pemerintah daerah, presiden menyoroti kebutuhan agar gubernur, bupati, dan wali kota melakukan peninjauan lapangan dan meneruskan hasilnya ke Danantara.
“Kita harus memastikan semua sumber daya yang digerakkan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, tanpa ada yang terbuang sia-sia,” tegasnya.
Dalam sambutannya, kepala negara memuji Danantara yang telah cepat membangun 600 unit rumah dari 15.000 unit yang menjadi tugasnya untuk warga yang mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025.
Rapat diadakan di Kompleks Perumahan Danantara, tempat Presiden Prabowo berkunjung untuk menyapa para pekerja sebelum memimpin diskusi.
Danantara ditugaskan mengoordinasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengembangan kompleks ini, yang dilengkapi jaringan WiFi dan listrik, serta termasuk taman bermain anak, dapur umum, toilet, dan sistem drainase.
CEO Roeslani melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa ratusan unit hunian sementara yang telah dibangun Danantara akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada Kamis ini untuk menampung korban bencana hingga mereka pindah ke tempat tinggal permanen.
Rapat terbatas ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Hadir juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta direksi 15 BUMN yang terlibat dalam proyek perumahan ini.
Berita terkait: Prabowo menuju Aceh Tamiang untuk tinjau perumahan bagi penyintas
Berita terkait: Pemerintah percepat hunian sementara untuk korban bencana Sumatra
Berita terkait: Indonesia siap percepat dana perumahan bencana di Sumatra
Penerjemah: Genta/Fathur, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026