Prabowo Restui Pembentukan Satgas Khusus Kuala, Ini Deretan Tugasnya

Kamis, 1 Januari 2026 – 21:43 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas Kuala. Tugas utamanya adalah mengeruk sungai-sungai yang dangkal akibat timbunan lumpur di daerah bencana dan mengolah air berlumpur jadi air bersih. Satgas ini adalah usulan dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Baca Juga :
Instruksi Khusus Prabowo ke Danantara soal Pembangunan Hunian Bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera

Sjafrie menjelaskan strateginya kepada Presiden Prabowo untuk mengeruk sungai-sungai yang alirannya ke laut. Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis.

Menurut Menhan, pengerukan (dredging) bisa bantu angkut timbunan lumpur di dasar sungai. Sekaligus, membawa alat-alat berat agar lebih dekat ke daratan.

Baca Juga :
Prabowo Sambut Tahun Baru Bersama Korban Bencana, Oso: Sikap yang Baik!

"Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bermuara ke laut. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu pendalaman sungai, satu membawa alat berat. Sehingga alat bisa masuk sampai dekat daratan, sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan," kata Sjafrie, Kamis, 1 Januari 2026.

Menhan melanjutkan, dirinya sudah berbicara dengan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita tentang operasi pengerukan ini.

Baca Juga :
Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat Saat Turun ke Lokasi Bencana

"Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, misalnya. Jadi, dari laut kita lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat lewat jalur darat, tetapi langsung ke titik terdekat," sambung Menhan.

MEMBACA  Menteri mendorong pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap tingkat inflasi

Presiden Prabowo kemudian menyambut baik usulan Menhan Sjafrie. Dia menyampaikan usulan serupa juga pernah disampaikan beberapa gubernur kepadanya.

"Kuala-kuala itu, kita akan normalisasi. Kita bongkar itu ya. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi dengan gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari BUMN karya, dari PU, dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya," ujar Presiden Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Dalam pembicaraan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kemudian melaporkan kepada Presiden untuk memanfaatkan alat-alat yang biasa dipakai penambang di Bangka Belitung, mengingat mereka terbiasa melakukan dredging.

Tinggalkan komentar