Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 sekolah bebas biaya yang dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat di seluruh 34 provinsi, dari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari Senin.
Sekretariat Presiden di Jakarta melaporkan bahwa Presiden Prabowo tiba di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), yang menjadi tempat peresmian, sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
“Agenda ini menandai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi sistem pendidikan nasional,” catat sekretariat itu dalam sebuah pernyataan.
Presiden meluncurkan secara simbolis operasional fasilitas Sekolah Rakyat yang didirikan di 166 lokasi nasional, termasuk 35 di Sumatera, 70 di Jawa, tujuh di Bali dan Nusa Tenggara, 13 di Kalimantan, 28 di Sulawesi, tujuh di Maluku, dan enam di Papua.
Kompleks BBPPKS sendiri ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat Terpadu 9 di Kota Banjarbaru. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo melakukan tinjauan langsung terhadap fasilitas sekolah serta kegiatan belajar mengajar.
Dia memeriksa ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium di gedung sekolah tiga lantai sembari berdialog dengan siswa. Dia juga meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis di sekolah tersebut.
Presiden Prabowo menetapkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu inisiatif andalannya, yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak tidak mampu sebagai bagian dari upaya memutus siklus kemiskinan dan mengembangkan sumber daya manusia yang kompetitif.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Banjarbaru, Presiden menyatakan pemerintahannya menargetkan pendirian sekitar 500 sekolah sejenis di seluruh negeri pada akhir masa jabatannya di tahun 2029.
Dia menambahkan bahwa pada akhir 2026, jumlah siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan meningkat dua kali lipat dari 15.000 menjadi 30.000 murid.
Mengadopsi model sekolah berasrama, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan formal, agama, dan karakter kepada anak-anak dari keluarga yang tergolong miskin dan sangat miskin menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berita terkait: Prabowo targetkan 500 Sekolah Rakyat pada 2029
Berita terkait: Perpustakaan modern direncanakan untuk Sekolah Rakyat gratis Indonesia
Penerjemah: Andi F, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026