Prabowo Perkenalkan 18 Proyek Strategis kepada Investor Amerika

Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memperkenalkan 18 proyek hilirisasi strategis kepada para pemimpin bisnis Amerika Serikat di Washington pada Rabu. Hal ini menekankan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Berbicara di Business Summit yang diadakan oleh Kamar Dagang AS, Prabowo menyatakan proyek-proyek ini mencerminkan dorongan Indonesia untuk memperluas industri pengolahan dalam negeri, memperkuat produksi bernilai tambah, dan meningkatkan daya saing industri nasional.

"Kami baru saja meluncurkan 18 proyek hilirisasi tahun ini," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas industri, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat struktur ekonomi negara.

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor seperti peleburan aluminium, baja tahan karat, pengolahan tembaga, alumina tingkat kimia, besi dan baja, gasifikasi batubara menjadi dimetil eter, modul surya, penyulingan minyak, penyimpanan minyak, aspal, oleokimia, bioavtur, pengolahan rumput laut, industri berbasis kelapa, karagenan, mangan sulfat, pabrik klor-alkali, dan pengolahan akuakultur.

Prabowo juga menyebutkan pemerintah sedang menyiapkan proyek waste-to-energy senilai US$3 miliar untuk memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.

Ia menambahkan bahwa dana kekayaan negara, Danantara, akan menjadi sarana utama untuk membiayai dan mempercepat implementasi proyek-proyek hilirisasi ini.

Prabowo mengatakan penguatan industri pengolahan sangat penting bagi Indonesia untuk naik dalam rantai pasok global dan memposisikan diri sebagai pusat manufaktur yang kompetitif.

"Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini, dan kami memandang Indonesia tidak hanya sebagai pasar yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi dan mitra strategis di kawasan," katanya.

Pemerintah juga mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan, bandara, dan jalan tol, untuk meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing investasi.

MEMBACA  Amerika Serikat menanyakan apa yang akan terjadi selanjutnya untuk layanan kesehatan

Prabowo menyatakan dorongan hilirisasi ini terkait erat dengan agenda transisi energi Indonesia, dengan komitmen untuk memperluas energi terbarukan, kendaraan listrik, dan industri hijau melalui pendekatan pragmatis berbasis kapasitas.

Berita terkait: BI offers strategic investment projects at US-Indonesia Business Forum

Berita terkait: Prabowo witnesses US$38.4 bln US-Indonesia MoU signings

Berita terkait: Prabowo assures US investors of stable climate in Indonesia

Penerjemah: Maria Cicilia Galuh Prayudhia, Hafidz Mubarak A, M
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar