Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menyusul tingginya harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan di Jakarta, Kamis (19 Maret), bahwa kebijakan ini harus segera dikaji dan dijalankan.
"Karena harga minyak yang tinggi, presiden menginstruksikan kami untuk segera menilai dan melaksanakan konversi PLTD ke PLTS," ujarnya.
Hartarto menambahkan, dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund, Danantara, telah ditugaskan untuk menangani berbagai persoalan terkait PLTD.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan PLTD masih banyak digunakan dan perlahan harus diganti dengan PLTS.
Dia menyebutkan, presiden meminta peralihan dari PLTD dilakukan segera karena biayanya mahal dan dampaknya buruk bagi lingkungan. Energi terbarukan akan memberikan manfaat yang signifikan.
Presiden juga telah menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memimpin Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Usai rapat di Istana Negara Jakarta, Bahlil mengatakan pemerintah mendorong program energi bersih dan terbarukan, termasuk pengembangan PLTS yang dialokasikan untuk sekolah dan desa.
"Kami baru saja melaksanakan rapat terbatas dengan presiden untuk membahas pelaksanaan energi bersih dan terbarukan, termasuk program PLTS 100 gigawatt," kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5 Maret).
Untuk mempercepat transisi, pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin Bahlil.
"Tujuannya untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi subsidi. Konversi PLTD ke PLTS akan meningkatkan efisiensi subsidi listrik dan mendukung penggunaan motor serta mobil listrik," jelasnya.
Kementerian ESDM juga mendorong pengembangan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di daerah terpencil dan kepulauan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi dan memperluas akses layanan listrik di daerah pedesaan dan tertinggal.
Berita terkait: Prabowo targets energy self-sufficiency in five years via solar power
Berita terkait: Prabowo urges universities to back clean energy push
Penerjemah: Fathur Rochman, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026