Prabowo: Kemandirian Pangan dan Energi Kunci Masa Depan Indonesia

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa swasembada pangan dan energi merupakan inti dari transformasi nasional Indonesia menuju kemandirian, kesejahteraan, dan daya saing global.

Dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin, Prabowo menekankan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat, bukan sekadar mencapai status negara berpendapatan tinggi.

“Kita tidak bermimpi menjadi negara berpendapatan tinggi, atau hidup seperti Norwegia atau Kanada. Kita ingin seluruh rakyat hidup dengan baik—dengan pangan yang cukup dan sehat, jaminan kesehatan, pendidikan yang layak, serta pendapatan yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi bangsa yang dipandu oleh delapan misi Astacita, 17 program prioritas, dan inisiatif cepat-hasil, bertumpu pada dua pilar utama: swasembada pangan dan energi.

“Swabelasembada pangan sangat penting untuk kemandirian dan kesejahteraan nasional. Jika kita menginginkan kebebasan dan kesejahteraan, kita harus memastikan produksi pangan yang cukup untuk semua. Ini adalah pilar mendasar dari strategi kita,” tambah Prabowo.

Dalam hal energi, Prabowo mengatakan kemandirian di sektor ini sangat kritis untuk menopang pembangunan. Pemerintah terus mengoptimalkan sumber daya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.

“Swasembada energi adalah suatu keharusan! Beberapa mungkin bertanya apakah itu mungkin. Pasti bisa! Kami sudah menghitungnya, dan potensi kita luar biasa,” kata Presiden.

Dia menjelaskan bahwa swasembada pangan dan energi juga kunci untuk menata ulang perekonomian nasional, termasuk membalikkan arus uang yang terkonsentrasi di kota-kota besar atau keluar negeri.

“Hanya setelah mencapai swasembada energi dan pangan kita dapat mengarahkan ulang aliran uang, yang saat ini mengalir dari desa ke kota, ke ibu kota, atau ke luar negeri. Kita harus membalikkannya, antara lain melalui program makanan bergizi gratis. Anak-anak harus makan yang cukup,” pungkasnya.

MEMBACA  Ganda Putra Andalan Indonesia di Kejuaraan Tenis Putra Dunia

Tinggalkan komentar