Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membagikan kapal penangkapan ikan berukuran 5 hingga 30 GT kepada masyarakat pesisir. Tujuannya untuk meningkatkan hasil tangkapan dan memungkinkan pelayaran lebih jauh, sebagai bagian dari dorongan nasional untuk memodernisasi kampung nelayan.
Program pembagian kapal ini merupakan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih, yang menargetkan modernisasi 12 juta kampung nelayan di seluruh Indonesia, menurut Prabowo.
“Salah satu program paling strategis kami adalah Kampung Nelayan,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi nasional di Bogor, Jawa Barat, hari Senin. Setiap kampung akan mendapat pelabuhan perikanan (jetty), pabrik es, penyimpanan dingin, dan kapal penangkap ikan.
Dalam rencana tersebut, setiap kampung akan dialokasikan beberapa kapal berukuran 5 GT dan, pada akhirnya, kapal lebih besar hingga 30 GT. Tujuannya adalah menyediakan setidaknya satu kapal besar untuk setiap kampung nelayan.
Prabowo menyebutkan pemerintah telah meluncurkan proyek percontohan kampung nelayan di Biak Numfor, Papua, yang menunjukkan hasil yang sangat baik.
“Kami sudah punya proyek percontohan di Biak yang terbukti meningkatkan hasil nelayan hampir 60 persen,” ujarnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia telah memulai peningkatan kampung nelayan dalam beberapa bulan terakhir, dengan 19 Kampung Nelayan Merah Putih yang telah beroperasi sejak awal 2026.
Kampung-kampung yang telah dimodernisasi termasuk lokasi di Tolitoli di Sulawesi Tengah, Bumiharjo di Jawa Tengah, Pujiharjo di Jawa Timur, Lebetawi di Maluku, Gebang Mekar di Jawa Barat, dan Karang Duwur di Jawa Tengah.
Menurut kementerian, kampung lainnya yang ditingkatkan terletak di Poncosari, Yogyakarta, dan Bulukumba di Sulawesi Selatan.
Dari kampung nelayan Bulukumba, hampir satu ton metrik ikan segar diekspor untuk pertama kalinya ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026, menandai pencapaian komersial awal.
Untuk mendukung pengadaan kapal, Prabowo melakukan kunjungan ke Inggris pada bulan Januari untuk bertemu dengan CEO Babcock International Group, David Lockwood, di London.
Kunjungan tersebut terjadi selama perjalanan presiden pada 18–21 Januari 2026 ke Inggris dan berfokus pada memperluas kerjasama kemaritiman antara kedua negara.
Babcock, sebuah pembuat kapal global yang berbasis di Inggris, diharapkan dapat mendukung rencana Indonesia untuk membangun 1.500 kapal penangkap ikan di bawah kemitraan bilateral ini.
Prabowo mengatakan inisiatif yang lebih luas ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan nelayan, memperkuat infrastruktur rantai dingin, dan mengintegrasikan masyarakat pesisir ke dalam rantai pasok makanan laut yang berorientasi ekspor.
Penerjemah: Genta T, Fathur R, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026