Prabowo Berjanja Merenovasi 60 Ribu Sekolah pada 2026

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan melakukan renovasi besar-besaran pada 60.000 sekolah pada tahun 2026. Hal ini menekankan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di seluruh negeri sebagai pilar pembangunan jangka panjang.

Indonesia memiliki sekitar 300.000 sekolah, dan pemerintah menargetkan untuk merenovasi semuanya dalam waktu empat tahun, kata Prabowo saat peresmian Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Malang, yang disiarkan pada Selasa.

Presiden mengatakan pendidikan merupakan pusat dari kemajuan nasional, memainkan peran penting dalam mengembangkan bakat, memperkuat mobilitas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh archipelago.

Program renovasi ini dimaksudkan untuk memastikan siswa belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung, yang dapat menumbuhkan prestasi akademik dan pembentukan karakter.

“Pendidikan adalah instrumen pembangunan, instrumen kesejahteraan, dan instrumen demokrasi,” ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah alat kunci untuk memberantas kemiskinan.

Selain renovasi, pemerintah berencana mendirikan minimal satu sekolah unggulan di setiap provinsi, baik di bawah sistem Taruna Nusantara maupun model Sekolah Menengah Garuda.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk membina calon pemimpin bangsa masa depan dan mengurangi kesenjangan akses terhadap pendidikan berkualitas antar daerah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah berencana memperluas Sekolah Menengah Taruna Nusantara dan membangun setidaknya 20 Sekolah Menengah Garuda di seluruh Indonesia.

Lembaga-lembaga andalan ini dirancang untuk menjadi tolok ukur nasional, dengan fasilitas modern, kurikulum kuat, dan cakupan geografis yang luas untuk memperlebar akses pendidikan berkualitas.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pemerintah secara konsisten memajukan pengembangan kampus Taruna Nusantara, termasuk lokasi yang sudah ada di Malang, Cimahi, dan ibu kota negara masa depan, Nusantara.

MEMBACA  Alumni Akademi TNI-Polri Angkatan 2006 Turun Bantu Korban Bencana Aceh

Dia menambahkan bahwa pembangunan juga sedang berjalan di tiga lokasi tambahan, termasuk di Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan pendidikan secara nasional.

Penerjemah: Maria Cicilia, Mecca Yumna
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar