Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kementeriannya akan mendirikan pos kesehatan di masjid-masjid untuk memberikan layanan medis yang efisien serta membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas selama periode perjalanan mudik Lebaran.
Dia menjelaskan pada Senin bahwa langkah ini diambil mengingat banyak pemudik yang berhenti di masjid untuk melakukan aktivitas ibadah.
Menurutnya, hampir 7.000 pos kesehatan telah berdiri di sepanjang jalan tol dan jalan arteri. Pos-pos ini memeriksa kesehatan pengemudi agar mereka fit untuk perjalanan.
“Berdasarkan diskusi dengan Menteri Perhubungan, banyak korban kecelakaan adalah pengendara sepeda motor. Mereka bisa manfaatkan pos ini untuk istirahat, makan, atau berbuka puasa,” ujar menteri.
Dia juga menanggapi saran dari media mengenai penyediaan layanan vaksinasi campak di pos kesehatan tersebut, seiring dorongan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.
“Menurut saya itu ide yang bagus. Jika kita ingin menyediakan vaksinasi campak di beberapa titik, tentu patut dipertimbangkan,” kata Sadikin.
Sebelumnya, Kemenkes telah menyatakan kesiapannya untuk menawarkan layanan vaksinasi MR (Measles Rubella) di pos kesehatan mudik guna mengantisipasi potensi kenaikan kasus campak selama musim liburan Lebaran mendatang.
Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan pada Jumat (6 Maret) bahwa kementerian siap menangani pemudik yang membawa anak-anak belum mendapat vaksin campak.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya mengumumkan bahwa 143,91 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan.
Berita terkait: Indonesia menyiapkan 36.660 kendaraan transportasi untuk mudik Lebaran
Berita terkait: Polri luncurkan kampanye perjalanan aman untuk mudik Lebaran 2026
Penerjemah: Mecca Yumna, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026