Polri Tingkatkan Pengamanan Menyambut Puncak Arus Mudik Lebaran

Surabaya (ANTARA) – Kapolri telah memerintahkan peningkatan keamanan jelang puncak mudik Lebaran 2026, yang diprakirakan dua hari sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah, jatuh pada 20 atau 21 Maret tahun ini.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran untuk mengintensifkan patroli di pusat transportasi, daerah permukiman yang ditinggalkan kosong, dan titik rawan kriminalitas.

"Patroli di sekitar terminal, stasiun kereta, serta rumah-rumah yang kosong dan lokasi rawan kejahatan harus terus diantisispasi," ujarnya usai memeriksa Stasiun Gubeng di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu.

Sigit menekankan bahwa kewaspadaan yang lebih tinggi diperlukan untuk menjaga kemanan publik selama salah satu migrasi massal terbesar di dunia ini.

Dia menegaskan pelayanan di Stasiun Gubeng telah berjalan dengan lancar.

"Laporan dari pos komando menunjukkan jumlah penumpang meningkat sekitar 11 persen dibanding hari biasa," katanya.

Kapolri juga memeriksa layanan tiket dan memastikan diskon tarif pemerintah untuk penumpang kelas ekonomi telah diterapkan.

Stasiun Gubeng, katanya, beroperasi hampir 24 jam sehari untuk melayani pemudik dari berbagai wilayah Jawa dan luar Jawa, termasuk penumpang dari Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan yang menuju tujuan seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

Dalam kunjungannya, Sigit meninjau pos komando terpadu yang dilengkapi layanan kesehatan dan sistem tiket online untuk mendukung pemudik. Dia menambahkan, meski survei Kementerian Perhubungan memproyeksikan sedikit penurunan jumlah pemudik—dari 145 juta tahun lalu menjadi 143 juta tahun ini—aparat harus tetap siaga.

"Kita tidak boleh meremehkan situasi, jadi semua persiapan harus tetap diberlakukan," tegas Sigit.

Penerjemah: Willi, Azis Kurmala
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Tindakan Aparat dan Respons Massa

Tinggalkan komentar