Polisi Indonesia Kaitkan Penusukan Sekolah Moskow dengan Bom Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Satuan anti-teror Polri, Densus 88, melaporkan kemungkinan adanya hubungan antara penusukan mematikan di sebuah sekolah di Moskow dengan ledakan baru-baru ini di sebuah SMA di Jakarta.

Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88, mengatakan pada Rabu bahwa penyelidik percaya serangan di Moskow terpengaruh oleh ledakan tanggal 7 November 2025 di SMA Negeri 72 Jakarta Utara.

Ledakan di masjid sekolah itu melukai puluhan siswa.

Insiden di Moskow terjadi pada 16 Desember 2025, ketika seorang pelajar berusia 15 tahun yang diidentifikasi sebagai Mario Nawfal, menyerang sebuah sekolah di permukiman Gorki-2, Distrik Odintsovo, wilayah Moskow.

Dengan bersenjatakan pisau, ia membunuh seorang siswa kelas empat dan melukai seorang penjaga keamanan.

Wardhana mencatat bahwa gagang pisau yang digunakan dalam serangan itu terukir kata-kata "2025, Bom Jakarta."

Sebuah foto senjata tersebut, yang diduga diambil oleh Nawfal, dibagikan di komunitas true crime daring yang dikenal mempromosikan ideologi ekstrem dan kekerasan.

“Foto ini diunggah oleh pelaku sendiri. Diduga ia terinspirasi oleh insiden bom di SMAN 72 Jakarta,” kata Wardhana.

Otoritas Rusia mengonfirmasi kematian tersebut, menyatakan: “Dengan kesedihan mendalam, seorang anak, siswa kelas empat, telah meninggal di sekolah. Selain itu, beberapa orang terluka.”

Polisi Indonesia sebelumnya menilai bahwa bom Jakarta sebagian didorong oleh pengabaian keluarga dan faktor lingkungan, menggambarkan serangan itu sebagai hasil dari tekanan yang terakumulasi di rumah dan di masyarakat.

Penerjemah: Nadia Putri, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Indonesia Mencari Status Warisan UNESCO untuk Reog, Kolintang, dan Kebaya