Polisi Identifikasi 50 Korban Tragedi Pesantren Al Khoziny

Jakarta (ANTARA) – Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri telah mengidentifikasi 50 jenazah korban dari runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, menyatakan pada hari Sabtu bahwa proses identifikasi telah dilakukan secara bertahap sejak evakuasi korban dimulai pekan lalu.

“Berdasarkan hasil identifikasi hingga Jumat, 10 Oktober, tim DVI telah mengidentifikasi 50 jenazah,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa tim DVI saat ini sedang memproses 11 jenazah lainnya, termasuk lima bagian tubuh yang berhasil ditemukan oleh tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan di lokasi kejadian. BNPB memastikan bahwa semua jenazah yang telah teridentifikasi sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, beberapa keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, tempat proses tersebut berlangsung.

Menurut Muhari, sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, kementerian dan lembaga terkait akan membantu upaya rehabilitasi.

Berita terkait: Menteri AHY desak standar bangunan ketat pasca tragedi Sidoarjo

Bantuan tersebut termasuk melakukan audit terhadap material dan desain bangunan serta memberikan rekomendasi teknis untuk memastikan keselamatan dalam konstruksi ke depannya.

Ruang sholat di lantai tiga Pondok Pesantren Al Khoziny runtuh pada tanggal 29 September saat sedang mengalami renovasi.

Ratusan santri saat itu sedang melaksanakan sholat berjamaah dan tertimpa runtuhan bangunan.

Polda Jawa Timur telah meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Paska peningkatan status tersebut, polisi akan segera memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari 17 saksi yang sebelumnya telah diperiksa pada tahap penyelidikan, beberapa akan dipanggil ulang untuk pemeriksaan lanjutan berdasarkan keterangan mereka sebelumnya.

MEMBACA  Kementerian Memperbarui Menu Dapur Sehat di Desa KB

Berita terkait: Polisi akan tindak tegas hukum atas runtuhnya gedung Al Khoziny

*Penerjemah: Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2025*