Polisi Akui Bandar Sabu The Doctor ‘Lincah’, Sempat Meloloskan Diri Saat Hendak Ditangkap di Malaysia

Selasa, 7 April 2026 – 12:31 WIB

Jakarta, VIVA – Polisi ungkapkan bandar sabu Andre Fernando alias ‘The Doctor’ sempat lolos dari tim gabungan saat akan ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sekretaris NCB Interpol Hubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko jelaskan operasi pelacakan Andre di Negeri Jiran sudah dilakukan sejak 5 Maret 2026.

Untung mengatakan pelaku sempat coba kabur dari petugas saat hendak ditangkap di Kuala Lumpur. Andre, kata dia, kemudian lari ke wilayah Penang.

“Subjek ini cukup licin dan sempat lolos dari upaya penangkapan di Kuala Lumpur, sebelum akhirnya berhasil kami sudutkan dan tangkap di Penang," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Untung tambahkan pelarian Andre berhenti ketika tim gabungan berhasil lacaknya sedang berada di salah satu apartemen sedang sendirian.

"Penangkapan buronan atas nama Andre Fernando Tjhandra alias ‘The Doctor’ merupakan bukti nyata soliditas kerja sama operasional antara Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri dan Special Branch PDRM,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kepala Satgas Network Inspection Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Kevin Leuleury mengatakan "The Doctor" merupakan penyuplai dua jaringan yang ada di Indonesia.

"Andre alias ‘The Doctor’ merupakan penyuplai dari dua jaringan yang ada di Indonesia. Yang pertama jaringan NTB yang sudah kita tangkap, Koko Erwin, dan kedua jaringan dari White Rabbit di PIK maupun di Gatot Subroto," ujarnya.

Kevin juga sebutkan barang bukti yang diamankan di apartemen di Penang, Malaysia, terkait pengungkapan jaringan yang melibatkan The Doctor berupa sejumlah telepon pintar dan sebuah tas.

"Tidak ada perlawanan, tetapi kita berkoordinasi juga dengan Interpol. Jadi, mereka yang melakukan penindakan di Malaysia. Penangkapannya dilakukan kemarin sore di sebuah apartemen di Penang, Malaysia," ujarnya.

MEMBACA  Warga Negara China Ditangkap atas Penyelundupan Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta

Kevin juga jelaskan "The Doctor" diketahui telah berada di Malaysia sejak 2024 berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Ia tegaskan bahwa pengungkapan kasus narkoba di Indonesia tidak akan berhenti pada jaringan "The Doctor", tetapi pengungkapan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Jadi, dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kita mulai membangun ataupun kita menangkap jaringan dari bawah sampai ke atas. Jadi, mulai dari hulu sampai ke hilir," katanya.

Tinggalkan komentar