Jakarta (ANTARA) – Sebuah pohon tumbang di sebuah lapangan umum di Pemalang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri pada Senin (31 Maret), mengakibatkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Dua korban, Rasmono, 42 tahun, dan Anita Rahmawati, 39 tahun, meninggal setelah dirawat di rumah sakit pada hari Senin, sementara korban lainnya, Rasmani, 71 tahun, meninggal kemudian, menurut Inspektur Polisi Kedua Widodo Apriyanto dari polisi distrik pada hari Selasa.
Di antara yang terluka, Titi Sundari, 68 tahun, mengalami luka serius, sementara 15 lainnya mengalami luka ringan. Mereka juga telah dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis.
Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pada hari Selasa bahwa kementeriannya sedang berkoordinasi dengan kantor urusan sosial setempat untuk mengumpulkan informasi tentang korban. Dia berjanji memberikan kompensasi finansial baik untuk korban yang terluka maupun keluarga korban yang meninggal dalam kejadian tersebut.
“Kami sedang melacak lokasi dari penerima manfaat korban yang tewas dan yang terluka untuk proses tersebut,” ujar Yusuf.
Keterangan saksi mata dan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Sosial mengungkapkan bahwa suara retakan keras mendahului tumbangnya pohon tiba-tiba ke lapangan, yang dipadati oleh warga yang bersiap untuk bergabung dalam sholat Idul Fitri.
Laporan kementerian mencatat bahwa tidak ada yang mencurigakan ditemukan di dekat pohon sebelum tumbangnya, yang terjadi di bawah kondisi cuaca cerah tanpa angin.
Kepala Kepolisian Ajun Komisaris Eko Sunaryo di Polisi Pemalang mengumumkan bahwa otoritas setempat akan menanggung biaya perawatan korban yang terluka.
Berita terkait: Arus mudik Idul Fitri: Lebih dari 1,9 juta kendaraan meninggalkan Jakarta hingga 1 April
Berita terkait: Warga membanjiri Istana Merdeka untuk open house Idul Fitri
Translator: Hana Kinarina, Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025