Jakarta (ANTARA) – Pilot dan kopilot penerbangan Smart Air tewas dalam dugaan serangan bersenjata saat mendarat di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (19/3).
“Pada Rabu pukul 11.05 waktu setempat, pesawat mendarat dan langsung di tembak,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam pernyataan tertulis.
Pesawat tersebut, jenis Cessna Grand Caravan bernomor registrasi PK-SNR, terbang dari Bandara Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu.
“Penerbangan itu membawa dua awak kabin, 12 penumpang dewasa, dan satu bayi,” jelas Laisa. Seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa luka-luka.
Ditjen Perhubungan Udara sedang berkoordinasi dengan otoritas bandara setempat dan akan memberikan pembaruan informasi seiring penyelidikan.
Merespons kejadian ini, Kepolisian Indonesia menyatakan akan mengerahkan personel Operasi Damai Cartenz 2026 untuk menyelidiki serangan tersebut.
“Polda Papua dan petugas Damai Cartenz sedang berkoordinasi untuk menangani insiden ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir, seraya menyebut tantangan geografis dan akses di lokasi.
Juru Bicara Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengonfirmasi nama korban: pilot Egon Erawan dan kopilot Baskoro.
Kelompok bersenjata yang terkait dengan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) sering menggunakan taktik hit-and-run menargetkan aparat keamanan dan warga sipil untuk menyebarkan ketakutan.
Serangan-serangan mereka sebelumnya juga kerap menimpa pekerja konstruksi, guru, tukang ojek, pedagang kaki lima, hingga pesawat sipil.
Dalam kasus yang mengemuka, pilot berkebangsaan Selandia Baru Phillip Mark Mehrtens disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023 di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Mehrtens disergap tak lama setelah mendarat, ditahan selama lebih dari setahun, dan baru dibebaskan pada September 2024.
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026