Petugas Imigrasi Tembak Wanita hingga Tewas di Minnesota, Korban Dituding Teroris

Kamis, 8 Januari 2026 – 11:47 WIB

Minneapolis – Seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak mati seorang pengemudi perempuan di Minneapolis pada Rabu, 7 Januari 2026. Insiden ini terjadi dalam sebuah operasi penegakan imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kejadian ini memicu kemarahan publik dan protes yang luas. Pejabat federal menyebut penembakan itu sebagai tindakan membela diri, sementara Wali Kota Minneapolis menilainya sebagai tindakan yang sembrono dan tidak perlu.

Korban, Renee Nicole Macklin Good (37 tahun), ditembak di bagian kepala di depan anggota keluarganya di sebuah kawasan permukiman bersalju. Lokasinya tidak jauh dari pasar imigran tertua di kota itu dan sekitar 1,6 kilometer dari tempat terbunuhnya George Floyd pada tahun 2020.

Penembakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 pagi itu direkam oleh warga dan video nya menyebar cepat di media sosial. Tak lama kemudian, banyak pengunjuk rasa berkumpul di lokasi kejadian.

Rekaman video menunjukkan agen ICE mendekati sebuah SUV berwarna marun gelap yang berhenti di jalan. Saat seorang agen mencoba membuka pintu, pengemudi memundurkan mobilnya dan berusaha pergi. Agen tersebut kemudian mengeluarkan pistol dan menembak tiga kali ke arah kaca depan, yang mengenai kepala korban. Mobil itu kemudian melaju dan menabrak dua mobil lain yang diparkir.

Pada malam harinya, ratusan orang menggelar doa bersama untuk mengenang korban dan menyerukan perlawanan terhadap operasi imigrasi federal ini. Keluarga korban mengatakan bahwa Macklin Good meninggalkan seorang anak berusia enam tahun. Di akun media sosialnya, ia menggambarkan diri sebagai "penyair, penulis, istri, dan ibu" yang berasal dari Colorado.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menyatakan insiden ini sebagai "tindakan terorisme domestik" terhadap petugas ICE. Ia menuduh korban berusaha menabrak petugas dengan mobilnya. "Seorang petugas kami bertindak cepat dan defensif untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya," kata Noem.

MEMBACA  Seniman Tersayang China, Zhang Damo, Sumbangkan Ratusan Karya Agung di Forum Heung Kong

Namun, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey membantah pernyataan pemerintah federal. Ia menyebut keterangan Noem sebagai "tidak masuk akal" dan mengkritik pengerahan ribuan petugas federal ke wilayah Minneapolis-St. Paul. Frey berkata, "Apa yang mereka lakukan bukan menciptakan keamanan, melainkan kekacauan dan ketidakpercayaan." Ia menuduh operasi tersebut memisahkan keluarga, merusak kepercayaan publik, dan dalam kasus ini mengakibatkan kematian warga sipil.

Tinggalkan komentar