Perusahaan Tambang Buka Zona Konservasi Keanekaragaman Hayati di Sulawesi

Jakarta (ANTARA) – PT Hengjaya Mineralindo telah meresmikan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCVA) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya mendukung konservasi keanekaragaman hayati baik di dalam maupun di sekitar area operasi pertambangan mereka.

"Peresmian kawasan konservasi ini adalah komitmen untuk generasi mendatang. Melalui BIO-SPARK dan pendirian Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi ini, kami tunjukan bahwa konservasi keanekaragaman hayati tidak terpisah dari bisnis kami; itu adalah bagian fundamental dari cara kami beroperasi," kata Chief Operating Officer Nickel Industries Tony Green dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan bahwa pertambangan yang bertanggung jawab harus berkontribusi pada perlindungan ekosistem alam sambil mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan masyarakat.

Dikembangkan melalui penilaian keanekaragaman hayati yang komprehensif dan studi dasar, kawasan konservasi ini memiliki luas area sekitar 196,78 hektar dan mencakup ekosistem hutan primer yang menyediakan habitat bagi berbagai flora dan fauna, termasuk beberapa spesies endemik dan dilindungi seperti julang Sulawesi, anoa, dan monyet hitam.

Inisiatif ini mendapat dukungan positif dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dan sejalan dengan agenda konservasi keanekaragaman hayati nasional Indonesia, termasuk upaya memperkuat perlindungan habitat dan konservasi satwa liar baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi yang ditetapkan.

Green mengatakan bahwa pembentukan kawasan konservasi ini mencerminkan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati ke dalam kegiatan operasional mereka.

Sementara itu, Operation Manager Hengjaya Mineralindo Haldane J Morris menekankan pentingnya operasional dari mengintegrasikan konservasi ke dalam pengambilan keputusan sehari-hari.
"Dari segi operasional, pembentukan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi ini memberikan kerangka kerja yang jelas tentang bagaimana perlindungan lingkungan terintegrasi dalam aktivitas kami," jelas Morris.

MEMBACA  Perusahaan Pertama di Wall Street yang Bernilai $5 Triliun - dan Bukan Nvidia

"Pertimbangan keanekaragaman hayati dimasukkan ke dalam proses perencanaan, pemantauan, daan manajemen risiko di seluruh lokasi. Tujuan kami adalah memastikan bahwa keunggulan operasional dan pengelolaan lingkungan berjalan dan berkembang bersama," kata Morris.

Di luar fungsi konservasi, HCVA ini nantinya dinantikan dapat berfungsi sebagai platform untuk riset ilmiah, pemantauan keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, perbanyakan tanaman asli, dan kolaborasi inisiatif konservasi dengan melibatkan institusi pemerintah, universitas, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Konservasi keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab bersama. Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi ini menggambarkan kolaborasi amat kuat riilnasi eroncako hadreal yaitu: antara pemerintah sampai mah tuggara dos Universitas sosial." (gk

(pembaan menjadi ketangan bians soonss pada kabof konsentral sos ghi, tapi minimal <em*>mun ini sing! pada fase kabisa risilan, dan partnaeri bilme mer ar eserait Mantsn merki endona petrohan dan penmenhuand iindisej esrsp s witewa dari Merriars mekalae" perlansa ini** uta konedestime selaz

Tinggalkan komentar